Rabu, 07 September 2016

Surat Untuk Calon Anakku



Entah bagaimana tiba-tiba aku menemukan tulisan ini, namun ini adalah ungkapan hati yang kutulis 2 tahun yang lalu saat aku masih berusia 17 tahun.



Dear Anakku tercinta
Assalamu’alaikum wr.wb.
            Anakku tercinta, semoga Alloh selalu memberi rahmat dan hidayah-Nya kepadamu Nak! Ibu ingin sedikit merangkai seuntai kata untuk buah hati ibu. Tahukah engkau saat orang berkata bahwa melahirkan itu adalah sesuatu yang sulit dan butuh pengorbanan nyawa? Saat itu ibu merasa takut dan cemas, namun saat itu terjadi ternyata hanya sebuah mitos, karena setiap ibu yang baru saja melahirkan akan tersenyum dan meneteskan butiran hangat di kedua pipinya? Engkau tahu apa makna dari tetesan itu Nak? Tetesan itu adalah sebuah ungkapan hati yang teramat sangat bahagia karena telah memiliki malaikat kecil yang dinanti-nanti selama 9 bulan lamanya. Dan tahukah engkau? Dalam setiap tetes butiran bening itu tersimpan asa dan berjuta harapan, itu lah mengapa seorangang ibu jarang sekali menyempatkan waktu untuk menghapus butiran bening itu, karena ia tak mau harapan itu sirna. Ia hanya ingin memegang tangan malaikat kecilnya untuk memberinya sebuah kehangtan, dan itu lah ibu nak!
            Hari, bulan, tahun telah bergulir begitu cepat hingga menyisakan sederet episode panjang yang tertanam indah di hati ibu.  Saat itu lah harapan mulai dicanangkan. Titah demi titah hingga mengukir beribu langkah adalah sebuah proses panjang tuk menggapai bintang. Baiklah, slide episode itu sedang ibu putar dalam VLC canggih di otak ibu. Maka kemarilah, lebih dekat dan mendekat lagi, akan ibu ceritakan janji suci itu.
            Saat Ibu berusia 17 tahun ibu berazzam bahwa ibu akan menjadikanmu sosok pribadi yang cerdas dan berakhlak mulia. Ibu berjanji akan mengiringi hari-harimu dengan lantunan merdu surat cinta dari Sang Pemilik Langit saat kau masih dalam kandungan ibu. Kau tahu apa sebabnya? Jika orang berkata bahwa bayi yang ada di kandungan akan menjadi cerdas jika diperdengarkan music klasik, namun ibu berinisiatif untuk memperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an, karena ibu yakin itu akan membuatmu jauh lebih cerdas. Selain itu ibu juga ingin memperkenalkanmu dengan Al-Qur’an sejak kau masih dalam kandungan, agar kelak saat kau lahir ke dunia kau sudah tak merasa asing lagi dengannya, kau akan menjadikannya sahabat sejati sekaligus pedoman hidup yang paling utama.
            Jika suatu saat ibu diizinkan menatap matamu, perlahan ibu akan mulai menjelajahinya. Di sana lah harapan baru berpendar hebat hingga meluluh lantahkan segala ego dan arang melintang yang menjadi duri dalam setiap langkahmu. Namun saat kau tersandung dan jatuh tersungkur maka ibu akan selalu sigap menatihmu dengan tangan ibu, jadi jangan pernah bersedih dan berputus asa karena hidup adalah sebuah perjuangan yang harus kau ikhtiarkan. Ibu akan selalu menjadi penadah dalam setiap tetesan keluh dan kesahmu.
            Jika setiap ibu menyimpan harapan pada buah hatinya, maka izinkan ibu untuk menyimpannya pula di sudut merahmu yang paling dalam, agar ibu tak merasa iri dengan mereka.  Ibu berharap kau menjadi insan yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur dan tak ketinggalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, agar kau menjadi orang yang sukses dunia akhirat. Kau jadikan Alloh tujuanmu, Rasululloh teladhanmu, Al-Qur’an pedoman hidupmu dan jihad jalan juangmu. Mengapa demikian? Karena harapan terbesar ibu adalah bahagia selamanya denganmu di surga nanti. Aamiin
            Hanya sepenggal untaian kata yang terlontar, semoga Alloh meridhoi.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

0 komentar:

Posting Komentar