Entah bagaimana tiba-tiba aku menemukan tulisan ini, namun ini adalah ungkapan hati yang kutulis 2 tahun yang lalu saat aku masih berusia 17 tahun.
Dear
Anakku tercinta
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Anakku tercinta, semoga Alloh selalu
memberi rahmat dan hidayah-Nya kepadamu Nak! Ibu ingin sedikit merangkai
seuntai kata untuk buah hati ibu. Tahukah engkau saat orang berkata bahwa
melahirkan itu adalah sesuatu yang sulit dan butuh pengorbanan nyawa? Saat itu
ibu merasa takut dan cemas, namun saat itu terjadi ternyata hanya sebuah mitos,
karena setiap ibu yang baru saja melahirkan akan tersenyum dan meneteskan
butiran hangat di kedua pipinya? Engkau tahu apa makna dari tetesan itu Nak?
Tetesan itu adalah sebuah ungkapan hati yang teramat sangat bahagia karena
telah memiliki malaikat kecil yang dinanti-nanti selama 9 bulan lamanya. Dan
tahukah engkau? Dalam setiap tetes butiran bening itu tersimpan asa dan berjuta
harapan, itu lah mengapa seorangang ibu jarang sekali menyempatkan waktu untuk
menghapus butiran bening itu, karena ia tak mau harapan itu sirna. Ia hanya
ingin memegang tangan malaikat kecilnya untuk memberinya sebuah kehangtan, dan
itu lah ibu nak!
Hari, bulan, tahun telah bergulir
begitu cepat hingga menyisakan sederet episode panjang yang tertanam indah di
hati ibu. Saat itu lah harapan mulai
dicanangkan. Titah demi titah hingga mengukir beribu langkah adalah sebuah
proses panjang tuk menggapai bintang. Baiklah, slide episode itu sedang ibu
putar dalam VLC canggih di otak ibu. Maka kemarilah, lebih dekat dan mendekat
lagi, akan ibu ceritakan janji suci itu.
Saat Ibu berusia 17 tahun ibu berazzam
bahwa ibu akan menjadikanmu sosok pribadi yang cerdas dan berakhlak mulia. Ibu
berjanji akan mengiringi hari-harimu dengan lantunan merdu surat cinta dari
Sang Pemilik Langit saat kau masih dalam kandungan ibu. Kau tahu apa sebabnya?
Jika orang berkata bahwa bayi yang ada di kandungan akan menjadi cerdas jika
diperdengarkan music klasik, namun ibu berinisiatif untuk memperdengarkan
lantunan ayat-ayat Al-Qur’an, karena ibu yakin itu akan membuatmu jauh lebih
cerdas. Selain itu ibu juga ingin memperkenalkanmu dengan Al-Qur’an sejak kau
masih dalam kandungan, agar kelak saat kau lahir ke dunia kau sudah tak merasa
asing lagi dengannya, kau akan menjadikannya sahabat sejati sekaligus pedoman
hidup yang paling utama.
Jika suatu saat ibu diizinkan menatap
matamu, perlahan ibu akan mulai menjelajahinya. Di sana lah harapan baru berpendar
hebat hingga meluluh lantahkan segala ego dan arang melintang yang menjadi duri
dalam setiap langkahmu. Namun saat kau tersandung dan jatuh tersungkur maka ibu
akan selalu sigap menatihmu dengan tangan ibu, jadi jangan pernah bersedih dan
berputus asa karena hidup adalah sebuah perjuangan yang harus kau ikhtiarkan.
Ibu akan selalu menjadi penadah dalam setiap tetesan keluh dan kesahmu.
Jika setiap ibu menyimpan harapan
pada buah hatinya, maka izinkan ibu untuk menyimpannya pula di sudut merahmu
yang paling dalam, agar ibu tak merasa iri dengan mereka. Ibu berharap kau menjadi insan yang bertaqwa,
berbudi pekerti luhur dan tak ketinggalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan tekhnologi, agar kau menjadi orang yang sukses dunia akhirat. Kau jadikan
Alloh tujuanmu, Rasululloh teladhanmu, Al-Qur’an pedoman hidupmu dan jihad
jalan juangmu. Mengapa demikian? Karena harapan terbesar ibu adalah bahagia
selamanya denganmu di surga nanti. Aamiin
Hanya sepenggal untaian kata yang
terlontar, semoga Alloh meridhoi.
Wassalamu’alaikum
wr.wb.

0 komentar:
Posting Komentar