Bismillahirrahmaanirrahiim...
Bukankah ini pagi
Yang katanya menawarkan aroma semangat baru
dan embun yang masih bergelantungan diujung dedaunan
tik tok
"yaampun udah jam segini!!" teriak sebuah suara dari luar pintu kamarku
mungkin ingin tertawa. begitulah pagi, ia sangat singkat dan menawan.
kamu akan kehilangan momennya jika sibuk meringkuk di atas kasur dan tidak menau tentang matahari yang baru saja naik.
saya masih terngiang kejadian semalam, dan berakhir dengan pesan terakhir pagi ini. sebelum terlelap saya mendapat balasan chat dari seorang teman yang baru saja menjadi ketua kelompok di KKN. setelah basa basi ngalor ngidul, kenapa e dia jadi ketua? emang cowoknya pada kemana?
setelah beberapa menit, tiba-tiba dia mengatakan ada pertanyaan yang mmebuatnya tidak begitu nyaman. pagi harinya ia mengirim link blog xxx yang isinya tentang kajian seputar perempuan dan pemimpin. beberapa menit kemudian saya menarik nafas, ya saya paham apa yang membuatnya tidak nyaman.
nah, selanjutnya kita akan berbicara tentang perempuan dan pemimpin. kasus diatas hanya sekedar contoh kecil dengan skala yang sempit. tapi kita akan membahas seputar pemimpin dalam ranah dan kontek yang lebih general.
soal wanita menjadi pemimpin, memang maasih terdapat banyak perbedaan pendapat di kalangan ulama (saya tidak akan mengkaji pendapatnya), tentu hal ini memiliki alasan tersendiri mengapa sebagian pro jika perempuan dijadikan pemimpin, dan mengapa sebagian yang lain kontra. hal ini didasarkan pada sumber di dalam Al Qur'an dan Hadits yang menjelaskan bahwa laki-laki ditetapkan sebagai pemimpin perempuan
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.” (QS. An-Nisaa’: 34)
selain itu juga hadits dibawah ini menjelaskan bahwa
“Diriwayatkan dari Abu Bakrah, katanya: Tatkala sampai berita
kepada Rasulullah bahwa orang-orang Persia mengangkat raja puteri
Kaisar, Beliau bersabda: Tidak akan pernah beruntung keadaan suatu kaum yang menyerahkan kepemimpinannya pada seorang perempuan.” (HR. Bukhari, Turmudzi dan An-Nasa’i).
“Dan anak laki-laki tidaklah sama dengan anak wanita.” (QS. Ali Imran: 36)
tentu dalam sebuah ayat atau hadits memmiliki pemaknaan yang berbeda-beda. rujukan di atas cukup untuk ditarik kesimpulan bahwa perempuan tidak boleh dijadikan pemimpin atas laki-laki?
llau bagaimana dengan seorang Aisyah istri Rasululloh yang mana ia adalah seorang perawi hadits dan banyak dimintai rujukan?
atau ratu Balqis yang kekuasannya dalam memimpin kerajaannya hampir menyaingi kerajaan nabi Sulaiman?
bagaimana dengan figur-figur perempuan muslim terdahulu yang juga memimpin?
Ratu Balqis? ia memimpin jauh sebelum mengenal islam, setelah menikah dengan nabi Sulaiman otomatis yang menjadi pemimpin adalah Nabi Sulaiman.
benar, Rasululloh juga mengajak para perempuan untuk berperang, akan tetapi tugasnya adalah memberikan pengobatan terhadap pasukan perang yang mengalami luka. Ratu Balqis?
lalu bagaimana jika ada perempuan cerdas, berkapasitas, pandai berstrategi harus tersingkir oleh laki-laki yang memiliki kapasitas dibawahnya?
ada banyak perempuan cerdas, berkapasitas di dunia ini, bahkan ia jauh lebih hebat ketika memipin. bahkan secara kinerja. akan tetapi kita juga tidak boleh melupkan sifat mendasar perempuan yaitu rasa ingin dipuji, mudah baper, mudah futur! mengapa mudah futur? hal ini juga berkaitan dengan kondisi psikologi perempuan.
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena
Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian
yang lain (wanita) (QS An-Nisaa’:34).
kembali ke ayat di atas. Alloh telah menjanjikan bahwa laki-laki dilebihkan atas perempuan. salah satu hal yang paling saya rasakan adalah momen menjelang tamu bulanan. bagimana hormon naik, baperan, gampang tersinggung, sedih yang tidak tahu penyebabnya, terlebih membangkitkan ghiroh beribadah pra dan pasca bulanan.
terus gimana dong?
percayalah bahwa perempuan cerdan dan berkapasitas itu tidak akan sia-sia hidup di atas muka bumi ini. mereka juga diperlukan, bahkan sangat diperlukan. kaarena ia memiliki porsinya sendiri, tapi saya rasa tidak harus menjadi pemimpin yang menduduki jabatan puncak. ia akan menjadi parter yang baik bagi seorang laki-laki yang menjadi pemimpin. salah satunya dengan karakter perempuan yang memiliki kelebihan secara verbal, ia bisa menjadi remainder yang handal bagi kaum laki-laki.
meskipun, dulu saya juga pernah protes sama ibu saya, mengapa perempuan ga boleh jadi presiden? kan kita sama-sama manusia. banyak kok perempuan yang lebih keren dari laki-laki. ibu saya tidak pernah menjelaskan mengapa, tapi pada akhirnya saya paham bahwa ada sifat-sifat perempuan yang tidak appropriate atau mendukung kinerja-kinerja seorang pemimpin.
terus pendapat saya tentang wanita yang menjadi pemimpin?
kalo memang benar-benar tidak ada laki-laki yang bisa dijadikan pemimpin, maka perempuan harus maju. meskipun itu sulit, bahwan untuk mengambil keputusan saat kondisi futur itu sangat sulit, padahal para jundi sudah mendesak, lalu bagimana pandai-pandainya saya menstabilkan emosi terlebih dahulu.
kalo ditanya, kamu lebih suka jadi presiden atau istri presiden?
saya dengan lantang akan berkata, "istri presiden"
saya suka menjadi dominan, tapi bukan dengan cara berdiri di garda terdepan, melainkan dengan berdiri kokoh di belakang seorang laki-laki.
kenapa? seorang pemimpin yang hebat tidak akan pernah lepas dari peran perempuan-perempuan hebat di belakangnya. (sambil tersenyum angkuh)
*tulisan di atas just personal opinion, tidak ada kajian khusus, jadi jangan dijadikan rujukan, nnati sesat!
Rabu, 23 Mei 2018
Sabtu, 23 Desember 2017
Dakwah itu Panjaaaang Jalannya
Dulu, aku pernah punya seorang sahabat. Yah dulu kita adalah
dua orang yang sama-sama hidup di perantauan dengan terpincang-pincang mencoba
berdiri di tengah kota megapolitan. Aku masih sangat ingat ketika aku bersama
kaka Puput, kaka Kris, dan Kaka Vranco pergi makan siang di rumah makan
belakang kantor. Kami selalu lewat depan kantor penjualan tiket pesawat yang
letaknya di samping kantor kami. Dan setiap kali kami lewat aku selalu
melihatnya sedang sholat dzuhur dari dinding kaca depan kantor. Yah di ruangan yang
hanya sekitar 3x4 meter, ia dengan pesona anggunnya. Perempuan berambut sebahu
dengan kemeja dan blezer hitam sekaligus ber-rok selutut itu tampak menarik,
tegas dan cerdas.
Pada suatu hari ketika aku memutuskan untuk pindah dan
mencari kos sendiri, kaka Puput mengajakku untuk satu kos bersamanya dan juga
bersama gadis itu, ya namanya Dewi, aku memangilnya tetah Dewi. Kami bertiga
akhirnya tinggal dalam satu kamar yang cukup luas. Teteh Dewi tampak lebih
simple dengan pakaian rumah dan tanpa make
up cetar seperti basanya di kantor. Tidak butuh waktu lama untuk kami
saling mengenal dan menjadi sahabat.
Kau boleh men-judge
dia perempuan ala-ala kantoran pada umumnya yang hanya mengejar dunia, tapi sungguh
kau akan terkejut ketika melihat ia segera bangkit mengambil air wudhu ketika
adzan berkumandang, entah apapun pekerjaan yang sedang ia lakukan. Ia yang
selalu membaca Al-Qur’an setelah selesai sholat dan ia juga yang selalu
bersimpuh di sepertiga malam terakhir dengan penuh linangan air mata. Ia yang
selalu berangkat lebih awal dari aku dan ka puput karena jadwal kerjanya dari
jam 8.
Kau tahu, ternyata dia adalah sahabat yang Alloh kirim untuk
menemaniku berjuang. Di saat semua orang berusaha menjatuhkan impianku, tapi
ada sesosok yang menemaniku untuk terus berjalan, menerjang ketidakmungkinan
dan tanpa takut untuk berharap, sesulit apapun keadaan yang sedang kita jalani;
berada di bawah tekanan bos perusahaan. Mimpinya simple kawan, ia hanya ingin
bekerja di sebuah perusahaan penerbangan dengan seleksi masuk yang sangat
ketat. Sedangkan aku hanya ingin melanjutkan sekolahku di sebuah Universitas
ternama di Jogja. Kami sama-sama memiliki keterbatasan dan finansial yang
minim, tapi kau tahu? Dia selalu bekerja keras dan melakukan apapun dengan
sebaik mungkin.
Hingga di bulan ramadhan itu, ternyata ia mendahuluiku. Setelah
perjalanan panjang bersama yang kita lewati, ia berhasil menggapai mimpinya, ia
berhasil di terima di perusahaan penerbangan impiannya. Yang lebih memebuatku
salut adalah ketika ia begitu berani mengambil keputusan untuk meninggalkan
pekerjaan lamanya, meskipun bosnya mencegahnya habis-habisan. Ia dengan penuh
keberanian menerjang hambatan itu. Mimpinya lebih berharga dan ancaman bosnya
sama sekali tak menggoyahkan tekad kuatnya.
Suatu ketika dia pernah berbicara padaku bahwa ia berazzam
akan berjilbab ketika mimpinya berhasil dicapai. Dan kau tahu dia benar-benar
menepati janjinya. Kini tak ada lagi rok mini, hanya ada keanggunan dari
sesosok yang sholihah, cerdas, dan berpendirian kuat.
Dulu, aku sempat menangis ketika aku tahu bahwa sebuah Universitas
di jogja menerimaku sebagai mahasiswanya. Karena saat itu aku benar-benar harus
meinggalkan sahabatku yang lain, kaka Puput, setelah kepindahan teh Dewi. Kau tahu
rasanya seperti harus memutus tali pertemuan dengan seseorang yang telah
menemaniku berjuang mati-matian menggapai mimpi. Tapi kau tahu, setelah
kepindahanku kaka Puput mengirim pesan kepadaku bahwa ia juga telah berjilbab. Aku
tidak hanya menangis, tapi juga sesenggukan. Aku merasa semakin bersalah dan
ingin rasanya aku kembali.
Dulu di perusahaan export-import itu hanya aku yang memakai
jilbab. Di awal bosku sudah mengingatkanku untuk tidak berjilbab tapi aku tetap
kekeuh mempertahankan prinsipku. Dengan lobi-lobian sekian kali sampai aku
mengancam tidak akan bekerja jika tidak diizinkan memakai jilbab. Akhirnya bosku
mengalah dan memaklumi. Kau tahu berat rasanya untuk menaklukan bosku itu. Aku tak
bisa membayangkan bagaiman kaka Puput melobi bos kami untuk kemudian ia
berjilbab. Tapi sungguh aku bahagia dan sangat bahagia.
Kawan, memang begitulah jalan dakwah. Apa yang kita usahakan
saat itu belum tentu dapat kita petik hasilnya saat itu juga. Mungkin nanti
saat kita sudah tak berada di sana, atau bahkan ketika kita tidak lagi ada di
dunia ini. Bahkan aku tak pernah menasihati mereka untuk berjilbab, namun cukup
kutunjukkan bagaimana perempuan itu wajib untuk berjilbab. Dengan tindakan dan
aksi yang nyata cukup untuk menggerakan hati mereka.
Sahabat, jangan pernah menyerah walau usahamu tidak pernah
dihargai orang, meski apa yang kau lakukan terasa sia-sia. Karena suatu saat
nanti semua akan membuahkan hasil. Semua akan dinilai oleh yang memberi hidup.
cukup sederhana kawan. Cukup lakukan apa yang seharusnya kau lakukan, jangan
takut dan jangan dengarkan mereka yang sedang berusaha menjatuhkanmu.
Senin, 11 Desember 2017
Factors for differences in language use between men and women
Since centuries ago
gender-related issues have always been linked to language. It can not be denied
that gender differences are very influential in terms of language, while
language is the basis of communication. Every day men interact with each other,
and in general communication, they do use language. The striking difference
between the two is that first, women tend to be more polite in spoken words,
while men tend to be rude. Second, women talk to the standard language while
men do not. Third, women prefer light topics in conversations such as about
fashion, cooking, and things close to their lives whereas men prefer tough
topics such as politics, education, and statehood.
Then what are the factors
that cause different language use for both? Is that physically or socially?
Based on the results of research, men using the left brain to think, while
women use both parts of the brain to think, but it does not show the effectiveness
in the use of language. There are factors outside the physical that affect the
differences in language use between men and women. I would classify that factor
into three parts.
First, the difference in
psychology. Women have a more subtle feeling than men. They are more sensitive,
while men are more logical. Therefore women speak more politely than men, and
men speak more harshly than women.
Second, the difference in
social status. In the social life, men superior to women. Even in every
respect. In the public spaces, men as leaders while women more occupy the
second position such as a secretary. Women prefer to share problems and men
prefer to provide solutions. That's what causes women to be motivated to reach
an equivalent level. One way is to use language. Women are more careful in
grammar matters. They are more careful and thinks about the consequences of
what they say, whereas men tend to be flexible in using language. In addition,
men spend more time in school so that their chances of filling in the larger
public space. Therefore men are closer to heavy topics such as politics and
government, while women are more preoccupied with their own affairs, so he
prefers topics about beauty, fashion, and more.
Third, the difference in
cultural background. Lakoff (1975) believes that language differences between
men and women are a symptom of cultural problems. It turns out that cultural
issues also affect language differences between men and women. Therefore the
style of men when performing a different conversation with women, as well as
vice versa.
The above three factors
are factors that greatly affect the language differences between men and women.
Although both are different but not necessarily united and disagreeable in
every respect. The two are complementary to each other. By knowing the causal
factors, they can understand each other.
Minggu, 03 Desember 2017
Kamu Hebat, Ayo Jadi Lebih Hebat
Assalamu'alaikum wr wb
Selamat pagi cantik? bukankah ini juga pagi yang sangat cantik. It's monday right? apakah hari senin memang menjadi hari yang berat bagi kebanyakan orang, dimana orang harus kembali menjalani rutinitas sehari-har; pergi ke sekolah, bekerja dan lain sebagainya. tapi tidak bagiku cantik. aku punya pagi yang sangat indah.
Well aku bangun kesiangan hari ini, tapi aku tetap bersyukur. jam 4 pagi adekku membangunkanku. aku sadar bahwa aku telah mematian alarm jam 3 ku, tapi sudahlah mungkin aku juga harus mengoreksi diri, semalam aku begadang untuk hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Aku memulai hariku dengan sholat subuh berjama'ah kemudian dilanjutkan membaca Al-Ma'tsurat dan hadits Arba'in meski jujur aku tak begitu sadarkan diri, tapi memang sudah rutinitas setiap pagi. kemudian aku membaca Al-Qur'an dua lembar saja. aku mengecek handphoneku dan temanku mengajakku jogging. fix tertidurlah aku around 7 menit, kemudian aku bersiap-siap keluar. dengan kepala yang amat pening dan kaki yang masih sakit aku berjaln perlahan menyusuri jalanan sampai bertemu temanku. mungkin kau pikir gila, dalam keadaan setengah demam dan kaki yang luka masih mau menyusuri jalanan pagi, mengapa tidak memilih untuk tidur saja? toh aku memulai kuliahku jam 11 siang. jawabannya satu; aku mencari berkahnya pagi.
Kau tahu berjalan atau berlari kecil setelah subuh itu membuat badan fresh. jika kamu memilih untuk tidur saja di rumah, mungkin kau merasa nyaman tapi harimu akan terasa suram, sedangkan jika kau memilih untuk keluar dan menghirup udara segar, harimu akan lebih cerah. ya seperti biasanya aku melewati taman bunga, sungai, jalanan dan tempat yang kusukai.
Satu jam itu masih kurang bagiku, udara segar yang kuhirup rasanya belum habis tapi aku harus melanjutkan aktivitasku. ya, aku pulang dan sarapan. aku memang anak kos, tapi aku tak pernah lupa sarapan. inget ya guys, sarapan pagi itu bukan pertanda bahwa kamu lemah dan ga strong, tapi itu cara untuk kamu membuat diri kamu strong dan bekal beraktivitas seharian. jadi jangan bangga kalo ga sarapan, merasa sok kuat, tapi sering guling-guling kalo magnya kumat. inget itu ya.
After that aku prepare for everything dan sholat dhuha. Jam 8 aku memutuskan untuk pergi ke Plaza dan meminimalisir membaca buku sambil tiduran di kasur, hehe. itu mnyenangkan guys, sebagai bentuk rasa syukur kita sama Alloh telah diberi pagi yang indah dan melakukan berjuta kebaikan di dalamnya.
Someone said kalo kunci kebahagiaan adalah olahraga. aku sudah membuktikannya. aku hanya berlari kecil setiap pagi, itu sudah membuatku bahgaia, entah mengapa. aku melihat pohon, bunga,embun, terasa sejuk rasanya.
Semoga menjadi prolog yang indah untuk blog yang indah ya.....
Mungkin kau pernah berpikir bahwa dirimu itu sangat lemah, tak berguna, atau tidak lebih hebat orang lain. right kebanyakan orang merasakan itu. itu tandanya kamu tidak meraasa bersyukur, padahal banyak orang yang ingin menjadi seperti kamu, right?
kau tahu bahwa aku adalah orang yang sangat pemalu. aku tak punya otak yang cukup cerdas, ataupun prestasi yang cemerlang, hanya saja ibuku selalu menasihatiku untuk menjadi orang yang pemberani. kau tahu saat kau berani bersuara dan bertindak orang akan respek denganmu, jangan takut untuk melakukan kesalahan, karena akan ada orang lain yang membenarkan.
Coba kamu lihat ke dalam dirimu, kamu cantik. kamu itu unik dan tidak ada satupun orang yang seperti kamu. kau tahu selagi kamu masih mau belajar untuk menjadi seperti apa yang kamu inginkan, kamu pasti bisa.
kau tahu, bahwa kesuksesanmu di masa depan sangat ditentukan oleh aktivitas-aktivitas kecilmu hari ini. maka jangan terlau fokus dengan apa yang belum kamu capai, tapi fokuslah pada apa yang sedang kamu laukan saat ini, karena itu yang terpenting dan yang nyata di hadaapanmu.menyelesaikan aktivitasmu yang sekarang dengan sebaik mungkin adalah kunci untuk kamu mempersiapkan masa depanmu yang gemilang.
Heiiii ayolah semangat, pertolongan Alloh itu dekat, jika kamu mau untuk mendekatiNya. jangan taku dan jangan pernah merasa renda, kamu hebat, ayo jadi lebih hebat.
pesanan kopimu sudah datang, selamat menikmati pagi yang sempurna
Yesty Elfuty
Wassalamu'alaikum wr wb
Selamat pagi cantik? bukankah ini juga pagi yang sangat cantik. It's monday right? apakah hari senin memang menjadi hari yang berat bagi kebanyakan orang, dimana orang harus kembali menjalani rutinitas sehari-har; pergi ke sekolah, bekerja dan lain sebagainya. tapi tidak bagiku cantik. aku punya pagi yang sangat indah.
Well aku bangun kesiangan hari ini, tapi aku tetap bersyukur. jam 4 pagi adekku membangunkanku. aku sadar bahwa aku telah mematian alarm jam 3 ku, tapi sudahlah mungkin aku juga harus mengoreksi diri, semalam aku begadang untuk hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Aku memulai hariku dengan sholat subuh berjama'ah kemudian dilanjutkan membaca Al-Ma'tsurat dan hadits Arba'in meski jujur aku tak begitu sadarkan diri, tapi memang sudah rutinitas setiap pagi. kemudian aku membaca Al-Qur'an dua lembar saja. aku mengecek handphoneku dan temanku mengajakku jogging. fix tertidurlah aku around 7 menit, kemudian aku bersiap-siap keluar. dengan kepala yang amat pening dan kaki yang masih sakit aku berjaln perlahan menyusuri jalanan sampai bertemu temanku. mungkin kau pikir gila, dalam keadaan setengah demam dan kaki yang luka masih mau menyusuri jalanan pagi, mengapa tidak memilih untuk tidur saja? toh aku memulai kuliahku jam 11 siang. jawabannya satu; aku mencari berkahnya pagi.
Kau tahu berjalan atau berlari kecil setelah subuh itu membuat badan fresh. jika kamu memilih untuk tidur saja di rumah, mungkin kau merasa nyaman tapi harimu akan terasa suram, sedangkan jika kau memilih untuk keluar dan menghirup udara segar, harimu akan lebih cerah. ya seperti biasanya aku melewati taman bunga, sungai, jalanan dan tempat yang kusukai.
Satu jam itu masih kurang bagiku, udara segar yang kuhirup rasanya belum habis tapi aku harus melanjutkan aktivitasku. ya, aku pulang dan sarapan. aku memang anak kos, tapi aku tak pernah lupa sarapan. inget ya guys, sarapan pagi itu bukan pertanda bahwa kamu lemah dan ga strong, tapi itu cara untuk kamu membuat diri kamu strong dan bekal beraktivitas seharian. jadi jangan bangga kalo ga sarapan, merasa sok kuat, tapi sering guling-guling kalo magnya kumat. inget itu ya.
After that aku prepare for everything dan sholat dhuha. Jam 8 aku memutuskan untuk pergi ke Plaza dan meminimalisir membaca buku sambil tiduran di kasur, hehe. itu mnyenangkan guys, sebagai bentuk rasa syukur kita sama Alloh telah diberi pagi yang indah dan melakukan berjuta kebaikan di dalamnya.
Someone said kalo kunci kebahagiaan adalah olahraga. aku sudah membuktikannya. aku hanya berlari kecil setiap pagi, itu sudah membuatku bahgaia, entah mengapa. aku melihat pohon, bunga,embun, terasa sejuk rasanya.
Semoga menjadi prolog yang indah untuk blog yang indah ya.....
Mungkin kau pernah berpikir bahwa dirimu itu sangat lemah, tak berguna, atau tidak lebih hebat orang lain. right kebanyakan orang merasakan itu. itu tandanya kamu tidak meraasa bersyukur, padahal banyak orang yang ingin menjadi seperti kamu, right?
kau tahu bahwa aku adalah orang yang sangat pemalu. aku tak punya otak yang cukup cerdas, ataupun prestasi yang cemerlang, hanya saja ibuku selalu menasihatiku untuk menjadi orang yang pemberani. kau tahu saat kau berani bersuara dan bertindak orang akan respek denganmu, jangan takut untuk melakukan kesalahan, karena akan ada orang lain yang membenarkan.
Coba kamu lihat ke dalam dirimu, kamu cantik. kamu itu unik dan tidak ada satupun orang yang seperti kamu. kau tahu selagi kamu masih mau belajar untuk menjadi seperti apa yang kamu inginkan, kamu pasti bisa.
kau tahu, bahwa kesuksesanmu di masa depan sangat ditentukan oleh aktivitas-aktivitas kecilmu hari ini. maka jangan terlau fokus dengan apa yang belum kamu capai, tapi fokuslah pada apa yang sedang kamu laukan saat ini, karena itu yang terpenting dan yang nyata di hadaapanmu.menyelesaikan aktivitasmu yang sekarang dengan sebaik mungkin adalah kunci untuk kamu mempersiapkan masa depanmu yang gemilang.
Heiiii ayolah semangat, pertolongan Alloh itu dekat, jika kamu mau untuk mendekatiNya. jangan taku dan jangan pernah merasa renda, kamu hebat, ayo jadi lebih hebat.
pesanan kopimu sudah datang, selamat menikmati pagi yang sempurnaYesty Elfuty
Wassalamu'alaikum wr wb
Kamis, 20 April 2017
Kamukah Sosok Kartini Masa Depan?
(Perempuan wajib baca)
By : Siti Futikhaturohmah (Divisi Perempuan dep. Kebijakan Publik KAMMI
Komisariat UNY)
Bicara mengenai kartini artinya bicara tentang peremuan. R.A kartini biasa
kita kenal sebagai sosok pelopor bagi kaum perempuan. Bahkan setiap tanggal 21
April seluruh kaum perempuan di Indonesia memperingati hari kelahiran pahlawan
kaumnya. Namun ironinya dari kalangan kita banyak yang belum mengenal siapa itu
Kartini dan gagasan apa yang dibawa
olehnya. Maka dari itu sejenak kita luangkan waktu untuk membaca sekelumit
tulisan pendek ini agar kita lebih mengenal siapa itu Kartini dan gagasan apa
yang dibawa olehnya. Selayaknya perempuan yang hidup di era reformasi, yang
katanya perempuan cerdas, berpendidikan, sudah semestinya kita tahu landasan
kita menjadikan R.A kartini sebagai pahlawan kaum perempuan yang memperjuangkan
hak-hak kaumnya.
Sejarah yang digelapkan
Pernah mendengar buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang
berisikan surat-surat R.A Kartini untuk sahabatnya di Belanda? Jika kita hendak
menguak kebenaran pemilihan judul buku tersebut, maka kita bisa menilik
bagaimana proses R.A. Kartini dalam perjuangannya belajar Al-Qur’an. Beliau
adalah penggagas pertama Al-Qur’an diterjemahkan ke dalam Bahasa Jawa. Beliau
sewaktu kecil pernah belajar Al-Qur’an namun beliau justru dimarahi saat bertanya
arti dari ayat-ayat yang beliau hafal.
Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal
6 November 1899, R.A. Kartini menulis;
Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan
apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain.
Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat
mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?
Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke
dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang
yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami
apa yang dibaca.
Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi
tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal
Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.
Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa
asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?
Apakah
kemudian kita berpikir bahwa Kartini memiliki pemikiran yang liberal setelah kita
membaca surat beliau untuk sahabatnya? Tidak! Justru saya menarik kesimpulan
bahwa Kartini adalah sosok wanita yang cerdas. Rasa keingintahuannya akan suatu
ilmu memang terbukti ketika beliau menemui Kyai Sholeh Darat untuk mengajarinya
memahami isi Al-Qur’an. Kartini merasa sangat takjub ketika pertama kalinya
tahu makna surat Al-Fatihah dan ia merasa heran mengapa para ulama melarang
Al-Qur’an untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Jawa padahal Al-Qur’an adalah
petunjuk dan pedoman bagi kehidupan manusia, terlebih saat itu tidak ada orang
yang memahami Bahasa Arab. Al-Qur’an dianggap terlalu suci untuk diketahui
maknanya.
Kita tahu
bahwa Kartini bukannya tidak mau belajar Al-Qur’an saat itu, namun lebih dari
pada menyayangkan kesia-siaan mempelajari suatu ilmu yang ia tidak mengerti
maksudnya. Ia menginginkan agar Al-Qur’an bisa lebih dimengerti oleh kaum saat
itu.
“Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya. Saya
tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi
terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah
menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”.
Sekarang
kita tahu dari mana asal muasal judul buku yang ditulis oleh R.A. Kartini. hal
ini terinspirasi dari salah satu surat di dalam Al-Qur’an yang telah
diterjemhkan oleh Kyai Sholeh
“Orang-orang beriman dibimbing Alloh dari gelap menuju cahaya” (Q.S.
al-Baqoroh: 257).
Jadi
buku yang ditulis oleh R.A. Kartini semata-mata bukan hanya cerita tentang
surat menyurat yang ia lakukan kepada sahabatnya di Belanda, namun lebih dari
itu mengandung nilai yang sangat bermakna.
Gagasan R.A. Kartini
Menjelang
hari peringatan kelahiran R.A Kartini sering kali kita menjumpai event-event
lomba untuk menyemarakkan hari tersebut. Seperti kita jumpai lomba memasak,
memakai kebaya, menghias tumpeng dan lain sebagainya. Namun perlu kita ketahui,
sebenarnya apa sih gagasan Kartini? Apa sih ide-ide yang ingin direalisasikan
untuk perempuan Indonesia di masa yang akan datang?
R.A
Kartini sangat bersemangat memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan, cita-citanya
sebagai seorang guru dan kepeduliannya terhadap rakyat disekitarnya. Namun gagasan
utamanya terkait semua itu adalah perempuan sebagai pendidik anak-anaknya.
Kartini
selalu memiliki cita-ciita agar perempuan mendapatkan pendidikan layaknya
laki-laki, memiliki wawasan yang luas dan mampu berkarya. Apakah semua itu
dalam rangka menandingi laki-laki? Bukan! Tentu saja bukan. Akan tetapi lebih
mengarah pada pentingnya perempuan memiliki wawasan yang luas karena ia adalah
guru pertama bagi anak-anaknya. Ia memiliki tugas yang amat mulia, yaitu
mendidik calon generasi penerus bangsa. Ketika kita berbicara masalah penerus
bangsa, maka kita berbicara tentang suatu peradaban. Bayangkan, seorang
perempuan adalah tonggak peradaban. Bisa kita bayangkan bagaimana membangun
suatu peradaban jika wanitanya buta akan ilmu, berwawasan sempit dan rendah
dalam moral dan akhlak.
Salah
satu tulisan kartini yang memperkuat gagasan beliau
‘Ternyata
dari masa ke masa kemajuan perempuan itu merupakan faktor penting dalam usaha
memajukan bangsa.Kecerdasan pikiran penduduk Bumiputra tidak akan maju secara
pesat bila perempuan ketinggalan dalam usaha itu. Perempuan sebagai pendukung
peradaban’
Jadi
boleh saja wanita berkarir di luar rumah, akan tetapi kembali pada tugas
utamanya sebagai seorang pendidik bagi anak-anaknya. Ia boleh saja berkarya di
luar akan tetapi tanggung jawabnya di dalam sudah terpenuhi.
Kesimpulannya,
seorang perempuan atau ibu tidaklah cukup hanya memberi makan, memberi sandang,
kemudian menyekolahkan anak-anaknya, tetapi juga mendidik akhlak, menegakkan
tauhid serta menanamkan budi pekerti. Kita meyakini bahwa Kartini akan sangat
bahagia jika gagasannya sampai pada pemikiran kaum perempuan saat ini.
Lalu
ketika kita mengadakan event-event lomba seperti di atas apakah sudah match
dengan ide-ide yang digagas oleh Kartini, apakah sudah relevan dengan
gagasan-gagasan yang diperjuangkan oleh Kartini, sekali lagi mari kita
pikirkan.
Karena Kartini Menulis
Mungkin
kalian bertanya-tanya mengapa pejuang perempuan yang mendapat hari peringatan
hanya R.A. Kartini, padahal pejuang perempuan yang lain juga banyak seperti
contohnya Dewi sartika. Ada lagi sosok pahlawan perempuan yang bergerilya ke
hutan-hutan seperti Cut Nyak Dien tapi namanya tidak seterkenal R.A. Kartini. Why?
Jawabannya karena Kartini menulis.
Buku
karya R.A Kartini yang sempat kita bahas di atas merupakan suatu manuskrip
peninggalan Kartini yang masih bisa kita nikmati sampai sekarang, masih bisa
kita ambil manfaatnya meskipun penulisnya sudah tiada. Itu mengapa perjungan dan
semangat R.A. Kartini masih bisa kita rasakan hingga saat ini.
Siapakah Pahlawan Perempuan
Pertama di Dunia?
Jika
kaum wanita di Indonesia mengenal pahlawan perempuannya adalah R.A. Kartini,
lalu sebagai seorang muslimah adakah pahlawan pejuang perempuan yang lebih dulu
dari R.A Kartini?
Asma
Binti Yazid
Beliua
adalah sosok perempuang yang dijuluki sebagai ‘Jubir’nya kaum perempuan saat
itu. Bisa kita tengok dari kisah-kisahnya yang luar biasa. Kita bisa mempelajari
betapa gigihnya ia mendatangi Rasululloh untuk menanyakan suatu hukum, bahkan
yang terkait dengan urusan-urusan perempuan tanpa rasa malu. Ia berpikir bahwa
mengetahui suatu hukum adalah kewajiban dan hal yang sangat urgen. Selain itu
juga ada salah satu kisah menarik. ketika Baginda sedang bersama dengan
beberapa orang sahabat,
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah Taala mengutusmu bagi seluruh lelaki dan wanita, kemudian kami beriman kepadamu dan membai`atmu. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penjaga rumah tangga kaum lelaki, dan kami adalah tempat memenuhi syahwat mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, akan tetapi kaum lelaki mendapat keutamaan melebihi kami dengan solat jumaat, menghantar jenazah dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad kamilah yang menjaga harta mereka, yang mendidik anak-anak mereka, maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”
Mendengarkan pertanyaan tersebut, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda : “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang Deen yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”. Para sahabat menjawab,“Benar, kami belum pernah mendengarnya ya Rasulullah!.”Kemudian Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kembalilah wahai Asma` dan beritahukanlah kepada para wanita yang berada di belakangmu bahawa perlakuan baik salah seorang diantara mereka kepada suaminya, dan meminta keredhaan suaminya, mengikuti (patuh terhadap) apa yang disuruhnya (selagi tidak melanggar syara’), itu semua setimpal dengan seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum lelaki”. Maka kembalilah Asma` sambil bertahlil dan bertakbir kerana gembira dengan apa disabdakan Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah Taala mengutusmu bagi seluruh lelaki dan wanita, kemudian kami beriman kepadamu dan membai`atmu. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penjaga rumah tangga kaum lelaki, dan kami adalah tempat memenuhi syahwat mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, akan tetapi kaum lelaki mendapat keutamaan melebihi kami dengan solat jumaat, menghantar jenazah dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad kamilah yang menjaga harta mereka, yang mendidik anak-anak mereka, maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”
Mendengarkan pertanyaan tersebut, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda : “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang Deen yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”. Para sahabat menjawab,“Benar, kami belum pernah mendengarnya ya Rasulullah!.”Kemudian Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kembalilah wahai Asma` dan beritahukanlah kepada para wanita yang berada di belakangmu bahawa perlakuan baik salah seorang diantara mereka kepada suaminya, dan meminta keredhaan suaminya, mengikuti (patuh terhadap) apa yang disuruhnya (selagi tidak melanggar syara’), itu semua setimpal dengan seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum lelaki”. Maka kembalilah Asma` sambil bertahlil dan bertakbir kerana gembira dengan apa disabdakan Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di
situ seorang Asma berjuang untuk hak-hak kaum perempuan. Di era sekarang
perempuan sangat mudah mengakses pendidikan, perempuan juga bebas menyampaikan
gagasan dan pendapat, bahkan turut berkontribusi dalam mengisi ruang-ruang
publik. Perempuan orasi? Why not? Selagi ia tetap berpegang teguh pada prinsip
menjaga izzah, everything will be ok.
Nah
guys, kita bisa belajar banyak ssekali dari pejuang tokoh perempuan terdahulu. Akan
lebih bagus jika kita turut mewujudkan gagasan-gagasan cemerlang bagi kaum
perempuan. Perempuan Indonesia adalah perempuan hebat, namun semua itu tidak
akan ada artinya tanya kontribusi nyata di masyarakat. Perempuan Indonsia
adalah sosok hebat yang akan melahirkan calon generasi penerus bangsa. Jayakan Indonesia!
Langganan:
Postingan (Atom)