Minggu, 21 Juni 2015

MTH Square

--The building of mysterious--


Setiap kali aku berdiri di balkon rumah susun, selalu cahaya merah marun itu yang mendominasi atmosfer dan diam-diam selalu menarik perhatianku. Entah mengapa saatku terbangun pukul 3 malam aku selalu menghentikan langkahku, berdiri sejenak untuk memperhatikan deretan huruf yang diselimuti cahaya merah marun itu. MTH Square, sebuah kata yang sulit dieja dan terasa asing . sebuah bangunan yang berdiri dengan megahnya diantara tumpukan sampah. Begitu kentara jika dilihat dari tempatku berdiri di sini.


Pernah sekali ku tanyakan pada teman sekamarku, sebenarnya bangunan apa itu?

“Apartement kayaknya deh, atau…apa yah? Kurang tahu juga sih”


Mungkin tak ada yang istimewa dari sekian bangunan pencakar langit yang ada di kota metropolitan, tapi bagiku itu bangunan tertinggi yang paling dekat dengan tempat tinggalku.


“Ayo De, ikut kaka aja ibadah di MTH Square, Cuma merem doang bisa dapet makan siang gratis”
Celetuk temanku seorang katholik. Meski penampilanku biasa-biasa saja bukan berarti aku bisa sembarangan memasuki tempat ibadah orang lain dan membohongi nuraniku.


Ada rasa ingin tahu yang mendalam, tempat ibadahkah? Atau semacam bangunan tempat orang-orang elit berkumpul?



Bahkan hingga saat ini masih menjadi misteri, mungkin selamanya hanya akan menjadi sebuah bangunan yang  selalu kueja huruf yang terpatri di sana.

Jumat, 12 Juni 2015

Sebuah Kata "Dewasa"


Dewasa itu apa?
Assalamu’alaikum wr wb.

Beberapa hari yang lalu saya sempat  berdiskusi dengan salah satu teman kerja saya , dia bertanya
“Menurut Futy apa yang membuat seseorang menjadi dewasa?”

Hasil gambar untuk dewasa
Futy berfikir sejenak “Yang jelas bukan umur, karena umur sama sekali engga menentukan”
“Terus apa dong?”

“Kalo menurut Futy sih banyak factor ya ka, seperti pengalaman, lingkungan, bisa juga pribadi orang itu sendiri” kataku santai

“Berarti kalau berdasarkan pengalaman itu tergantung umur dong! Orang yang umurnya lebih tua pasti banyak pengalamannya” kata dia dengan PD-nya.

“Loh emang iya?” sedikit kesal karena pendapatku mendapat sanggahan “Terus kalo menurut Kakak apa coba?”

“kalo kataku….” Dia berfikir sejenak “KEADAAN”

“Hah? Maksud Kaka keadaan yang gimana?”

“Misalnya aja anak yang tumbuh di keluarga yang serba kekurangan, pasti dia akan berusaha untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul karena kekurangan itu, dan itu yang bakal bikin anak itu jadi dewasa”
“Belum tentu” celetukku.
“Ya logisnya aja Put…. Coba aja kalo jadi anaknya pemilik Nipsea Pain? Haha, dia berfikir, ngapain gw kerja, orang bokap gw aja kaya” jelasnya sambil tertawa.

                Sekarang, apa yang kalian tangkap dari percakapan di atas?

Kalo kata futi, yang menjadikan seseorang jadi dewasa itu banyak factor, dan masing-masing factor memiliki kadar pengaruhnya masing-masing. Seperti pengalaman dan lingkungan juga pengaruh. Tapi seperti yang dikatakan teman saya tadi, keadaan adalah factor yang memiliki kadar paling tinggi untuk menjadikan seseorang menjadi pribadi yang dewasa.

                Selain itu “Dewasa” sangat berkaitan dengan mental seseorang. Semakin keras hidup yang dijalani seseorang akan membuat orang itu semakin dewasa.

itu di atas merupakan contoh pendewasaan secara alami. kalau begitu proses pendewasaan bisa dong dilatih? tentu kata peri pink :D

cukup segitu aja sedikit ilmu yang bisa peri bagi. yang terpeting dalam hidup ini adalah berusaha melakukan yang terbaik yang kita bisa. mensyukuri keadaan yang kita jalani saat ini. keep smile meski sekeras apapun hidup yang Alloh berikan untuk kita, karena bisa jadi ada hikmat dibalik semua itu. sesungguhnya Alloh lebih tahu yang terbaik untuk kita :) keep istiqomah and positive tinking dear :-*

wassalamu'alaikum wr wb


Apakah Itu Rindu?




Assalamu’alaikum wr wb

Bagaimana kabar iman teman sekalian?

Alhamdulillah J, luar biasa… allohuakbar yes yes yes!!
Itu dia dulu yel yel anak remaja masjid SMA N 1 SIDAREJA,, subhanalloh betapa indah dan berkesannya masa itu di rasakan oleh peri pemilik pena berwarna pink ini. salam semoga selalu untukmu wahai sahabat-sahabatku, kafilah pelangi yang amat kurindukan dan adik-adik REMAS generasiku selanjutnya.

Peri pink di sini sebenarnya sedikit bingung mau menulis apa,, karena segalanya ingin ku tulis namun ruang waktu dan fasilitas yang cukup membatasi. Sambil menunggu courier saya balik kantor. Sebenarnya sudah lewat dari jam kerjaku. Ketika ku lirik jam menunjukan pukul 6 sore, waw berarti sudah satu jam saya menunggu si dia J tapi begitulah hubungan finance dan courier tak bisa di putus seperti tali yang terus berkait. Tapi biarlah, meski pulang malam tak masalah, toh hanya menyebrang jalan sampai di tempat tinggal saya. Ternyata kost itu lebih irit waktu dan biaya, haha.
Oke dear, kalian pernah merasakan yang namanya rindu? Rindu kepada seseorang atau sesuatu? Bukankah rasa rindu itu ada setelah seseorang atau sesuatu yang biasa bersama kita telah tak ada atau jauh dari kita?

Oh, rindu kenapa datang saat sesuatu itu telah pergi dari kita, bukan saat sesuatu itu dekat dengan kita?

Oh jelas, tapi bukannya kalian pernah dengar juga kalau seorang suami selalu berkata “aku rindu engkau” kepada istrinya yang senantiasa di sampinya?
‘Rindu’ satu kata yang misterius

Ya, oke baru peri pink akui kebenaran itu saat aku benar-benar mengalami hal yang di sebut rindu. Rindu kepada ibuku yang terutama selalu membuat air mataku meleleh saat duduk di di depan computer dan sejuta pekerjaan di pagi hari. Oh dear padahal setiap seminggu sekali aku menelpon beliau, meski tak ada obrolan yang berarti atau seperti dulu saat kita masih bersama. Tapi beliau juga yang meminta untuk sering telepon untuk sekedar mendengar suaraku. Mungkin begitu juga dengan kalian yang saat ini jauh dari ibu bukan?

Dan lagi sahabat kafilah pelangi yang dulu selalu bersama berjuang di jalan Alloh, saling menguatkan dan memberi motivasi untuk meraih mimpi dan harapan. Betapa saya merindukan mereka hanya saya, Alloh dan kalian yang tahu. Meski tak pernah atau bahkan jarang menghubungi mereka tapi sejujurnya aku selalu mengingat mereka dalam doa robitahku.

Me, orang yang dari kecil sudah punya bakat alami merekam suasana melalui sebuah lagu hingga saat ini. sebagai solusi untuk memperkuat atau mengobati kerinduan itu aku biasa mendengarkan lagu-lagu yang dulu sering ku putar bersama mereka yang kini jauh di mata, namun dekat di hati J
Oke dear, saya menulis ini bukan Karena apa-apa, namun hanya sedikit berbagi, bahwa sesuatu yang saat ini kalian anggap tak berarti akan sangat kalian rindukan saat sesuatu itu tak lagi bersama kalian, makan hargailah setiap detik yang sedang kalian jalani, walau itu pahit namun akan menjadi kenangan manis yang ingin kalian ulang kembali. Seperti aku yang dulu selalu mengeluh ingin meninggalkan desa kelahiranku Karena sering di sebut desa yang tak hidup dan tak mati tapi begitu aku meninggalkannya  begitu jauh, aku justru selalu bermimpi akan kuningnya padi di musim panen, pohon pisang yang melambai di halaman rumah, kamar bernuansa pink-ku, dan air jernih yang mengalir di parit tepi jalan,, jalan yang berkerikil dan tak kujumpai di sini.


Cukup peri pink berbagi dengan kalian yang mau berkunjung di rumah sederhanaku ini, thanks dan ingat selalu bahwa rasa rindu itu akan tiba-tiba muncul saat kalian yang biasa hadir tak menyapaku lagi :D

Salam rindu

Peri pink

Wassalamu’alaikum wr wb