Minggu, 21 Juni 2015

MTH Square

--The building of mysterious--


Setiap kali aku berdiri di balkon rumah susun, selalu cahaya merah marun itu yang mendominasi atmosfer dan diam-diam selalu menarik perhatianku. Entah mengapa saatku terbangun pukul 3 malam aku selalu menghentikan langkahku, berdiri sejenak untuk memperhatikan deretan huruf yang diselimuti cahaya merah marun itu. MTH Square, sebuah kata yang sulit dieja dan terasa asing . sebuah bangunan yang berdiri dengan megahnya diantara tumpukan sampah. Begitu kentara jika dilihat dari tempatku berdiri di sini.


Pernah sekali ku tanyakan pada teman sekamarku, sebenarnya bangunan apa itu?

“Apartement kayaknya deh, atau…apa yah? Kurang tahu juga sih”


Mungkin tak ada yang istimewa dari sekian bangunan pencakar langit yang ada di kota metropolitan, tapi bagiku itu bangunan tertinggi yang paling dekat dengan tempat tinggalku.


“Ayo De, ikut kaka aja ibadah di MTH Square, Cuma merem doang bisa dapet makan siang gratis”
Celetuk temanku seorang katholik. Meski penampilanku biasa-biasa saja bukan berarti aku bisa sembarangan memasuki tempat ibadah orang lain dan membohongi nuraniku.


Ada rasa ingin tahu yang mendalam, tempat ibadahkah? Atau semacam bangunan tempat orang-orang elit berkumpul?



Bahkan hingga saat ini masih menjadi misteri, mungkin selamanya hanya akan menjadi sebuah bangunan yang  selalu kueja huruf yang terpatri di sana.

0 komentar:

Posting Komentar