--The building of mysterious--
Setiap kali aku berdiri di balkon rumah susun, selalu cahaya
merah marun itu yang mendominasi atmosfer dan diam-diam selalu menarik
perhatianku. Entah mengapa saatku terbangun pukul 3 malam aku selalu
menghentikan langkahku, berdiri sejenak untuk memperhatikan deretan huruf yang
diselimuti cahaya merah marun itu. MTH Square, sebuah kata yang sulit dieja dan
terasa asing . sebuah bangunan yang berdiri dengan megahnya diantara tumpukan
sampah. Begitu kentara jika dilihat dari tempatku berdiri di sini.
Pernah sekali ku tanyakan pada teman sekamarku, sebenarnya
bangunan apa itu?
“Apartement kayaknya deh, atau…apa yah? Kurang tahu juga sih”
Mungkin tak ada yang istimewa dari sekian bangunan pencakar
langit yang ada di kota metropolitan, tapi bagiku itu bangunan tertinggi yang
paling dekat dengan tempat tinggalku.
“Ayo De, ikut kaka aja ibadah di MTH Square, Cuma merem doang
bisa dapet makan siang gratis”
Celetuk temanku seorang katholik. Meski penampilanku
biasa-biasa saja bukan berarti aku bisa sembarangan memasuki tempat ibadah
orang lain dan membohongi nuraniku.
Ada rasa ingin tahu yang mendalam, tempat ibadahkah? Atau semacam
bangunan tempat orang-orang elit berkumpul?
Bahkan hingga saat ini masih menjadi misteri, mungkin
selamanya hanya akan menjadi sebuah bangunan yang selalu kueja huruf yang terpatri di sana.
0 komentar:
Posting Komentar