Minggu, 13 Desember 2015

Wanita dan Peradaban



Assalamu’alaikum wr wb

Jika kita mendidik seorang anak laki-laki maka kita mendidik satu orang anak
Namun jika kita mendidik seorang anak perempuan maka kita mendidik satu peradaban

Waw!! Sebegitu istimewakah perempuan?

Benar sekali, mengapa demikian?
Itulah, karena wanita adalah tonggak peradaban, wanita bukan hanya makhluk nomor dua yang keberadaannya selalu ditindas, keindahannya hanya menjadi pelampiasan nafsu bagi laki-laki, ide-idenya, aspirasinya terkungkung dan terbelenggu dalam satu kata gender. Tidak begitu kawan, dahulu memang demikian, namun sekarang tidak. Lihatlah wanita-wanita hebat di luar sana, mereka mau dan mampu berkontribusi di masyarakat dan mengisi ruang-ruang public. 

Wanita itu begitu mulia bukan? Bahkan islam sangat memuliakan wanita melebihi seorang laki-laki. Dikatakan bahwa wanita adalah perhiasan dunia, wanita yang wajib dijaga dan dihormati serta menjadi orang pertama yang harus dimuliakan oleh seorang anak, setelah itu baru si ayahnya. 

Bagaimana dengan istilah tonggak peradaban? Iya, dari Rahim wanitalah calon-calon pemimpin masa depan dilahirkan. Tidak hanya itu, kemudian ia mendidiknya dengan ajaran yang baik, mengenalkan anak-anaknya dengan Rabbnya. Memberikan teladan, kasih sayang, dan perlindungan. Jadi, jika menginginkan anaknya solih, maka ibunya harus solih. Jika menginginkan anaknya cerdas, maka ibunya juga harus cerdas, begitu seterusnya. Karena seorang ibu adalah cerminan bagi anak-anaknya. Jika anaknya baik maka lihatlah siapa wanita dibaliknya, namun jika anaknya buruk maka jangan lantas menyalahkan si anak, lihat dulu wanita seperti apa yang telah mendidiknya. 

Nah, sekarang pertanyaannya begini, wanita solihah itu yang seperti apa sih? 

-          - Sholatnya rajin 5 waktu, ontime
-          - Ditambah sholat sunah lainnya
-          - Tilwahnya rajin, bagus
-          - Puasanya istiqomah
-          - Zakat
-          - Haji

Benar toh? Ya benar. Namun hal itu hanya yang bersifat ritual, jika dikalkulasi ada berapa jam dibanding waktu satu hari yang kita miliki? Sisanya banyak sekali bukan? Nah disitulah Rabb kita menunggu kontribusi kita di bidang social. Benar kan?

Tidak salah seorang perempuan menjadi dokter, jaksa, pengacara, duta besar, guru, dan lain sebagainya, namun tidak meninggalkan tugas utamanya, yaitu mendidik anak dan berbakti kepada suaminya.

Lalu bagaimana dengan perintah Alloh yang menyuruh kita untuk tetap tinggal di rumah?
Satu hal yang tak boleh dilupakan, bahwa kewajiban berdakwah adalah bagi tiap laki-laki dan perempuan. Kita lihat konteksnya. Jaman dahulu wanita-wanita muslimah juga keluar rumah untuk berperang!! Waw keren banget ga sih? Ya iyalah 

Jika kita ingin seperti ibunda nabi isa yang berdiam diri di dalam rumah, beribadah, menjadi wanita suci, mendapat kemuliaan, sekarang tidak begitu kawan!! Yang dibutuhkan di lapangan tidaklah seperti itu di jaman ini. Di abad 21 ini memerlukan sosok wanita-wanita tangguh yang mampu untuk maju di garis depan mengisi ruang-ruang public, dengan syarat telah mampu membenahi dan mengrurus kewajiban utamanya serta menjaga adab ketika keluar rumah. 

Sip!! Jangan takut ya kawan untuk maju dan berkiprah di dunia politik,menjadi wanita cerdas, tampil di hadapan public, tidak hanya sebagai objek tapi sebagai subjek.

Para wanita solihah, kalian adalah luar biasa. 

Wanita itu harus cerdas, karena dunia ini terlalu keras jika hanya mengandalkan kecantikan. 

Wassalamu’alaikum wr wb

Senin, 07 Desember 2015

What's wrong?

Assalamu'alaikum wr wb

                Hari itu suasana kelas terasa begitu panas dan menegangkan. Dosenku marah besar akibat ulah sebagian mahasiswanya yang katakanlah ‘kurang bertanggungjawab’ terhadap dirinya sendiri. Aku yang datang terlambat. Bukan masalah itu, bahkan aku tidak include ke dalam sekumpulan mahasiswa tersebut. Dan, entahlah bahkan aku tak sedikitpun punya keberanian untuk angkat bicara sekedar membela anak-anakku, atau mungkin aku tak mau berurusan dengan dosen tersebut , atau mungkin aku tak peduli urusan kelas, yang terpenting aku belajar dengan baik dan hanya care dengan urusan organisasi atau hal semacam apalah itu. 

                Minggu lalu Hima EDSA mengadakan acara English week, pada hari itu jadwal cake decoration, dan setiap kelas mengirimkan perwakilannya sebanyak 3 orang. 3 orang tersebut memang memberikan surat izin, namun sebagian besar yang lain membolos, bahkan hanya ada 4 orang anak yang masuk kelas including me of course.  Luar biasa beliau mengomel dan marah besar. Sebagai mahasiswa kami hanya berfikir bahwa membolos adalah hal yang biasa, bahkan kami diberi kesempatan membolos sebanyak 4 kali. Tak bisa dipungkiri bahwa kata-kata beliau memang menyakitkan, sikapnya yang kurang dewasa hingga mengusir anak-anak tersebut dari kelas di minggu selanjutnya, bahka beliau tak mau kami temui untuk sekedar meminta maaf, namun ada satu hal yang membuatku tercengang dengan apa yang beliau katakana “Orang tua kalian sudah mempercayakan kepada kalian bahwa kalian akan kuliah, belajar dengan baik, tapi kenyataannya kalian malah membolos dan duduk-duduk di luar sana. Lalu pikirkan pula anak-anak di luar sana yang tidak bisa kuliah karena kalian diterima di universitas ini”

                Right!! Setiap takdir, setiap karunia yang Alloh berikan kepada kita adalah amanah. Sudah seharusnya kita bersyukur dan menjalankan amanah itu dengan baik. Rajin mengikuti kelas merupakan salah satu bukti bahwa kita sungguh-sungguh untuk belajar, minimal itu saja dan outputnya pun harus sesuai. Ingat ya guys, kita di sini yang hanya duudk manis menimba ilmu, di sana ada tangan-tangan yang bekerja keras demi masa depan kita, demi kebahagiaan kita, mereka adalah orang tua kita. Jika kalian belum bisa menjalankan amanah ini karena Alloh, maka setidaknya pikirkankah tentang orang tua kalian, maka kalian akan menemukan betapa kuasanya Alloh menaruh kasih sayang pada hati kedua orang tua kita sehingga kita bisa merasakan semua kebahagiaan ini.

Rabu, 25 November 2015

Cerita Tentang Sepeda Baru dan Mereka



Bismillahirrahmaanirraahiim,,

Inikah yang dinamakan cinta sobat?

Mengapa begitu mengharukan dan membuatku ingin selalu kembali ke pangkuan bunda?
Bahkan baru beberapa baris kutorehkan tulisan ini, namun tak bisa kubendung air mata ini.
Hari itu aku menerima telepon dari ibuku, beliau menanyakan apakah aku jadi membeli sepeda baru? Deg! Jujur aku merasa cukup kaget, karena waktu itu tak benar-benar serius membicarakan hal ini dengan orang tuaku. Tapi satu hal ini memang pernah benar-benar melintas di pikiranku, bahkan aku menulisnya di sticky notes dalam desktop latopku. Inilah dari sekian mimpi-mimpiku yang dengan segala azzam akan kuperjuangkan untuk mendapatkannya. Namun rasanya begitu aneh saat aku mendapatkannya secara Cuma-Cuma  dan tanpa perjuagan sedikitpun, right?

Satu hal sesederhana ini tapi cukup mengusik pikiranku. Selama ini aku memerlukan perjuangan khusus untuk mendapatkan segala sesuatunya. Bukan hal yang aneh bukan saat orang tua mengabulkan permintaan apa yang kita mau, tapi tidak bagiku kawan. 

Jika kalian diposisiku, apa yang kalian rasakan? Bahagiakah? Namun tidak bagiku. Justru aku merasa sangat sedih dan selalu ingin menangis, tapi di sisi lain aku juga tak ingin menolak pemberian dari mereka. Sekali lagi kawan, ini hal yang sangat sederhana, tapi membuatku berpikir berulang-ulang.
Saat dua tahun yang lalu orang tuaku juga membelikanku sepeda motor, baru saja kemarin rasanya kawan, dan sekarang mereka hendak membelikanku sepeda baru lagi untuk kemudahanku keliling kampus. Bukan, bukan dari sudut pandang itu yang kumaksud. Sudah sekian lama aku tak ingin menuntut apapun dari kedua orangtuaku, karena kusadari sudah seharusnya waktuku untuk memberi.
Ketika aku berpikir, apa mereka cukup rejeki untuk memberi itu, atau entah bagaimana keadaan mereka saat ini. Perlu diketahui bahwa orangtuaku hanya seorang petani biasa, mereka telah sepuh dan tak cukup tenaga untuk terus bekerja keras. Atau apakah meraka sengaja menyisihkan sebagian rejeki mereka di tengah kesulitan yang sedang mereka hadapi, atau entahlah, aku tak bisa membayangkan semua itu.

Lalu bagaimana dengan aku di sini, yang jauh di perantauan, belum bisa belajar dengan baik. Belum bisa mengukir prestasi yang akan membuat mereka bangga. Aku yang masih egois dengan diriku sendiri dan menyimpan sejuta impian yang harus ku gapai untuk diriku sendiri. 

Kalian tahu kawan, untuk sekedar memberimu hidup hingga saat ini saja orang tua kalian telah menghabiskan lebih dari setengah rejeki mereka, bahkan mereka hanya menyisakan sekian persen rejeki mereka untuk diri mereka sendiri. Mereka hanya berharap untuk kebahagiaan kita, masa depan kita, menjadikan diri kita menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi lingkungan disekitar kita. Lalu pantaskah kita untuk lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain? Membolos kuliah,atau bahkan malas latihan dan mengerjakan tugas? Padahal orang tua kalian di sana sedang bekerja keras sepanjang hari dan merasakan lelahnya di sisa waktu malam hari.

Setiap orang yang merasakan perantauan pasti akan merasakan bagaimana rasanya rindu dengan orang tua. Merasakan perasaan cinta yang lebih dalam dari biasanya,merindukan keadaan rumah dan selalu ingin kembali ke rumah. 

“Catatan homesick” mungkin itu yang sedang kalian pikirkan, namun tidak hanya itu. Ini menjadi sebuah perenungan bagi kita semua. Setiap keberhasilan kita, kebahagiaan hidup yang kita rasakan, ada campur tangan dari kedua orang tua kita. Ada doa-doa mereka yang diijabah. Maka setinggi apapun pendidikan kita, jabatan kita, kedudukan dan pangkat kita,mungkin bahkan melebihi kedua orang tua kita. Itu semua karena doa dan pengorbanan orang tua kita. Jangan merasa sombong atau lebih dibanding orang tua kita. Walau bagaimanapun kedudukan orang tua adalah lebih dari kita.
Catatan cinta,,

Catatan rindu,,

Berjanjilah untuk lebih baik dan berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Sepeda baru? Ah bahkan hal sesederhana ini masih perlu kupertimbangkan. Really? Lalu bagaimana dengan kalian yang mungkin juga mengalami hal sepertiku? Bahagia? Senang? Sedih? Biasa saja? Atau berpikir lebih jauh?

Haha, hanya catatan diakhir bulan, menjelang akhir semester. Dan mempersiapkan diri untuk bekerja keras memberi kado istimewa untuk orang tua tercinta, right?

Senin, 23 November 2015

Akhwat itu Tangguh




Assalamu’alaikum wr wb

Di sore yang sendu, mengingat pergantian musim dari musim panas ke musim dingin, so kita harus menjaga kesehatan agar daya tahan tubuh tidak drop dan menghambat aktivitas. Jum’at seloo,,.. itu bahasa saya ketika bertemu hari ini, akhir menjelang akhir pekan yang menyenangkan untuk rehat dan sejenak melupakan tugas-tugas, karena tugas pada dasarnya untuk dikerjakan, bukan untuk dipikirkan, right?

So, seperti rutinitas hari jum’at, bidang kemuslimahan KM Al-Huda mengadakan kajian cantik untuk akhwat yang pastinya juga cantik. Kali ini special pembicaranya seorang entrepreneur jebolan dari UI, dimana beliau menyampaikan begitu banyak ilmu dan motivasi, beliau yang menurut perspektifku seorang akhwat yang tangguh namun lembut.

Guys, menurut kalian pencitraan seorang mbak-mbak akhwat selama ini tug gimana sih? Dengan jilbabnya yang lebar dan setiap tingkah lakunya selalau dijaga? Apakah kalian sempat berfikir seperti apa yang pernah saya pikirkan, bahwa dengan keakhwatanya itu akan menghambat dirinya untuk berprestasi, ketika seorang wanita yang berhijab hanya bisa, ya,,, mentok-mentoknya berprestasi dilingkup yang tertutup, seperti bidang akademik may be, because she still keep calm and shy, u think. Ok right, kata siapa dengan jilbab itu jadi menghambat prestasi, justru akhwat yang really really true akhwat itu harus kuat, tangguh, cerdas, berani tampil dihadapan public dan berkarya sebagai sarana dakwah, right?

Kita sebagai manusia telah digariskan jalan hidup kita sebelum kita dilahirkan di dunia, Alloh telah memberi spesialis kita di masing-masing bidangnya. Saya yakin setiap orang pasti memiliki passionnya minimal satu atau bahkan lebih. Nah kembangkan passion itu hingga menghasilkan karya yang luar biasa, jika belum maksimal, maka cari jalan yang lain, percaya bahwa Alloh telah menentukan bakatmu. Gali dan gali terus.

Hiii guys, satu hal yang perlu kalian tahu bahwa kita ini istimewa, different from another, kita memiliki izzah yang mungkin tidak dimiliki oleh wanita lainnya. Jika menuntut ilmu adalah jihad, maka berkarya adalah dakwah. Guys, ingat ya, kita ini bukan hanya akhwat ecek-ecek, bukan akhwat yang keberadaannya terisolisir, tunjukan pada dunia bahwa kita adalah sebaik-baik perempuan yang hebat dan mampu berbuat apa yang orang lain tidak bisa perbuat. Jangan lagi jadikan jilbab sebagai penghalang untukmu maju dan berkarya, justru jadikan itu sebagai motivasi untuk penyempurna izzah kita, right?

See you ya akhwat cantik nan tangguh, solihah dan mampu berkarya, peri pink berbagi.
Wassalamu’alaikum wr wb              
  

Minggu, 01 November 2015

Ice Cream 2 2015




Dengan iman, satukan hati, satukan cinta, untuk islam yang berbudaya.
Begitu kira-kiranya jargon yang kami buat untuk memeriahkan acara siang tadi. Setelah berlelah-lelah panitia step by step menyiapkan acara. Rapat yang diadakan setiap seminggu sekali, hingga di minggu terakhir kita mengadakan rapat setiap hari. Sebagai coordinator KSK, si peri pink ini sempat mengadakan rapat dadakan malam-malam sebelum hari H guna membuat presensi peserta untuk esoknya. Why? Karena sebelumnya peri pink ini tiba-tiba menghilag. Sejujurnya bukan karena frustasi atau lari dari tanggung jawab, hanya saja peri pink ini punya kewajiban dan tanggung jawab lain sebagi seorang aktivis dakwah. Murobby futy tiba-tiba menginfokan diadakan rihlah di bantul, padahal dalam keadaan futy harus datang untuk TM saat itu. Karena saking cintanya dengan Murrobi akhirnya memutuskan untuk ikut ke bantul dan setelahnya melembur jobdesk yang udah pada dasarnya harus di garap.
                Awalnya sempet rada pesimis dengan jumlah peserta yang begitu minim, tapi karena semangat dari teman-teman panitia sekalian yang berkamuflase sebagai peserta cukup memriahkan acara dan membuat semuanya terasa begitu indah dalam ikatan satu ukhuwah persaudaraan.
                Oya, btw peri pink belum kasih tau apa itu ICE CREAM ya? Kepanjangannya inisiasi cepat creative angkatan muda. Suatu forum yang di handle oleh KM Al-Huda, suatu organisasi rohis di fakultas bahasa dan seni UNY. Kampus kebanggaan saya tercinta. Oya, ada cerita menarik yang membuat dari kita semua speechless. Seorang pak Rektor yang biasanya sangat sulit datang walau diundang sekalipun, saat acara tadi tiba-tiba hadir dalam keadaan nonformal dan memberikan sambutan kepada peserta. Tuh kan, nyesel yang ga ikut, semangat ya kawan Lillah.
                Lalu apa sih hal berkesan yang peri pink dapatkan? Subhanalloh menjadi koor itu bukan hal yang mudah memang, dari tanggung jawab kemudian menumbuhkan cinta diantara kita semua. Lelah itu pasti tapi ada kepuasan tersendiri saat melihat yang lain bahagia, bekerja sama dan saling membantu. Di sini peri pink benar-benar diajari untuk saling care satu sama lain, mencuri dan mengikat hati teman-teman semuanya. Karena suatu kepemimpinan tidak akan menjadi tempat yang nyaman bagi anggotanya jika tidak ada rasa cinta dari pemimpinnya. Maka dari itu futy mencintai kalian semua sahabat.
                Satu hal lagi yang futy bisa ambil pelajaran dari agenda tadi, yaitu orang yang sukses itu bukan hanay karena dia pandai dalam hal akademik atau mencetak prestasi yang membanggakan. Mungkin itu perlu untuk ‘meningkatkan pamor’ tapi sekali lagi ya, kesuksesan seseorang itu bisa diraih dengan kepiawaian seseoarng dalam  menjalin hubungan baik dengan orang lain. Wah, payah nih buat peri pink yang susah mengingat nama orang. Maka dari itu inilah forum yang sangat baik untuk menjalin ukhuwah dan mempererat persahabatan dan menumbuhkan cinta diantara kita.
Salam cinta, dan semangat Lillah kawan J