Assalamu’alaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim…
Malam Lailatul Qodr, adalah salah satu malam di bulan Ramadhan
yang memiliki keutamaan, bahkan mala mini lebih utama dari pada seribu bulan
(٣)وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu
lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al Qadr)
Ayat di atas menjelaskan malam Lailatul Qodr, malam yang lebih
baik dari seribu bulan, lalu apa saja kemulian-kemuliaan tersebut? Di bawah ini
adalah ayat-ayat dan hadits yang menjelaskan kemulian-kemuliaan di bulan
Ramadhan
Dan barang siapa dengan sengguh-sungguh, keimana dan
keihlasan, meskipun seseorang itu tidak mengetahui apakah malam itu malam
Lailatul Qodr atau bukan, asal dia telah melaksanakan sholat malam dengan penuh
iman dan keihlasan, niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosanya
مَنْ قاَمَ لَيْلَةُ الْقَدَرِ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang
mengerjakan qiyamullail pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap
pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِي(٤)أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَ
Pada malam
itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari
sisi kami.(QS.
Ad Dukhaan)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
Sesungguhnya
Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (QS. Ad Dukhaan)kita sudah mengetahui beberapa kemulian di malam Lailatul Qodr, pasti kita merasa termotivasi untuk menggapainya bukan?, pernah mendengar bahwa malam Lailatul Qodr turun pada tanggal-tanggal ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan? Tapi terkadang kita bingung menentukan tanggal ganjilnya karena penentuan awal puasa yang berbeda-beda, tapi perbedaan itu pun tidak ada yang salah karena semuanya sudah menggunakan perhitungannya masing-masing, justru di situlah kita bisa mengambil hikmahnya, dengan selalu mengerjakan amalan-amalan bernilai ibadah setiap malam, untuk lebih mudahnya, yuk kita kenali tanda-tandanya
Berikut tanda-tanda malam Lailaul Qodr
1.Udara dan suasana pagi yang tenang
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)
2.Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya
Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)
3.Terkadang terbawa dalam mimpi
Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum
4.Bulan nampak separuh bulatan
Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)
5.Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)
Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:
“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)
6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.
Itulah beberapa tanda-tanda malam Lailatul Qodr, tapi ingat, justru karena mengetahui tanda-tanda tersebut, kita justru melakukan sebuah kesalahan, yaitu terlalu sibuk dan mnyilidiki keberadaanya dengan berpatokan pada tanda-tanda tersebut, hingga ia lalai mengerjakan amalan-amalan yang bernilai pahala pada malam itu, seperti lalai membaca Al-Qur’an, lalai melaksanakan Sholat malam, dan sebagainya. Lalu bagaimana sikap terbaik kita? Tetap selalu menjalankan amalan-amalan yang bernilai ibadah dengan sungguh-sungguh, penuh keimanan dan keikhlasan semata-mata mengharap Ridho Alloh terutama di sepuluh hari terakhir
Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum wr wb