Senin, 15 Juli 2013

mendeteksi diri dari riya'

Bagaimana carakah kita mendeteksi diri dari riya'? berikut adalah beberapa pertanyaan yang mungkin bisa di gunakan untuk mendeteksi diri kita, apakah diri kita terinfeksi virus riya'
1. Apakah engkau senantiasa berhenti sejenak sebelum beramal apapun untuk mengecek apakah niatnya sudah benar ikhlas karena Alloh SWT atau tidak?
2. Apakah engkau senantiasa berusaha menjadikan kecintaan dan kebencian pada seseorang karena Alloh SWT, bukan arena perkara dunia apaun?
3. Apakah engkau senantiasa bergembira saat ada orang lain yang ikut menyebarkan dakwah?
4. Apakah engkau senantiasa mengecek niatmu di tengah amalmu?
5. Apakah engkau selalu berusaha menyembunyikan amalan shalehmu?
6. Apakah engkau selalu tidak terpengaruh dengan pujian dan celaan dari masyarakat , karena yang engkau perhatikan hanyalah penilaian Alloh SWT dan bukan penilaian manusia?

Nah beberapa pertanyaan di ats bisa kita jadikan renungan, sampai kadar mana keikhlasan kita terhadap sang Pencipta. apakah jawabannya selalu, sering, terkadang, jarang, atau bahkan hampir tidak pernah, dan yang bisa menjawab pertanyyan itu adalah diri anda sendiri

Semoga kita selalu di lindungi oleh Alloh SWT dari perkara riya', karena perkara adalah suatu hal yang sangat berbahaya untuk amalan kita, seperti yang di sebutkan dalam Firman Alloh :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
              
               Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (Q.S. Al-Baqarah : 264

Semoga tulisan saya di atas bisa menjadi renunagan bagi kita dan semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar