Assalamu’alaikum sahabat…kembali lagi bersua dengan si peri
pemilik pena berwarna pink J
jiaaaaah. Salam manis untuk Akhi dan Ukhti semuanya khususnya untuk sahabat
Pelangi (yang mungkin gak pernah mampir ke sini #miris L). Untuk sahabat Al-Hida yang
sudah sangat berjasa menampungku selama 10 hari aku di Jogja. Tak lupa juga
dengan sahabat Al-Barokah, sahabat baruku yang akhir-akhir ini sering aku
rusuhin karena keterbatasan pengalaman, dari kalian semua aku banyak belajar
arti kehidupan. Gomawo….
Sekian lama tak mengunjungi rumah keduaku ini, rasa rindu
yang tak tertahankan, tapi demi mengejar sebuah ambisi aku berhijrah untuk
sementara waktu.
Apa alasanku tak menulis untuk beberapa bulan ini?
Pertama, si peri pemilik pena berwarna pink ini harus
meghadapi Ujian nasional yang menurut sebagian orang dianggap sebagai sesuatu
yang sangat menegangkan…menakutkan, tak terkecuali denganku. Sedikit curcol
yes….hari kedua UN aku menguras air mataku habis-habisan karena sebuah
kesalahan fatal, tepatnya salah melihat jadwal :D tapi seseorang telah menguatkanku.
Seseorang telah menyiapkan pundaknya untuk tempatku bersandar…tempatku
menitikkan air mata.
“bismillah
saja, percaya futi pasti bisa…perbanyak do’anya dan kuatkan tawakalnya” begitu
kata beliau. Sebuah kata yang tak bisa kulupakan, dan…kata-kata itu yang akan
kujadikan motivasi dalam menjalani ujian hidup yang akan lebih berat nantinya.
Jujur, sebenernya tidak terlalu berpengaruh, alasan yang
terlalu klise untukku vakum menulis hanya karena akan menghadapi UN. Buktinya
masih tetap rutin menonton film korea :D
Kedua, persiapan SBMPTN.
Kesimpulan…semua alasan klise!! Bagi seorang penulis. Ide
adalah makanan harian mereka, imajinasi adalah dahaga bagi mereka, dan pena
adalah nafas kehidupan bagi mereka. Sedetik mereka tak memegang pena, terasa
sesak dada mereka. Lalu bagaimana denganku? Yang masih bisa tertawa saat ujung
penaku tumpul? Masihkan patut di sebut sebagai seorang penulis? Entahlah….
“Jika dihadapkan kepadaku dua orang penulis, yang pertama
berbakat namun tidak gigih dan ulet, sedangkan yang satunya tak memiliki bakat
tapi memiliki sikap gigih dan ulet maka aku tentu memilih yang kedua, karena
bakat tanpa kegigihan dan keuletan tak akan menghasilkan apapun”
Oke fix, si peri pemilik pena berwarna pink ini juga berhak
untuk mengajukan pembelaan bukan?
“80% pekeraan penulis adalah membaca”
So, waktu yang terlewatkan tidaklah sia-sia jika digunakan
untuk membaca hal yang bermanfaat. Paling tidak untuk bisa menciptakan satu
buku maka harus membaca empat buku terlebih dahulu…cukup? Tidak cukup bagi
orang yang haus akan ilmu J
Marhaban ya Ramadhan….
Setahun sudah aku membangun tempat tinggalku yang kedua ini
dengan susah payah. Menghiasinya dengan berbagai desain…dan menyediakan sajian untuk
sahabat semua….Barokalloh.
Sebenarnya tak ada yang ingin dibahas di sini, tapi hanya
ingin bercerita berbagai pengalaman selama ini….ingin mengutip sedikit motivasi
di buku catatan harian, tapi di bagian akhir saja ya…
Di atas aku sudah menyinggung seseorang yang telah
menyiapkan pundaknya untukku bersandar dan tempatku menitikkan air mata, dan
beliau jugalah yang mengajariku dan sahabat pelangi tentang beberapa hal.
Beliau seorang Murobbiyah yang dicintai mutarobbinya. beliau seorang Ummi yang
dicintai anaknya.
“Segala sesuatu harus direncanakan dari awal, jangan apa-apa
nunggu nanti, telat! Makanya dari sekarang harus mulai belajar jadi Ummi…”
Ammah? Bagiku dan beberapa sahabat kedengarannya gak ngeh
gitu. Bahkan 2 tahun yang lalu beliau pernah bertanya kepadaku
“Futi target menikah mau berapa tahun lagi?” pertanyaan yang
sulit di jawab untuk seorang anak SMA yang baru memakai seragam putih abu-abu
selama satu tahun. Tapi ujungnya pasti kembali ke nasihat beliau yang pertama.
2 tahun yang lalu beliau juga pernah memaksaku dan sahabat
untuk membuat plaining sampai 10 tahun yang akan datang. Dulu sih masih belum
ngeh…tapi sekarang mulai terpikir….
Beliau juga sering memaksaku dan sahabat untuk melakukan
sebuah amal yang terkadang bagiku dan teman-teman sulit untuk dilaksanakan,
memforsir kami dengan berbagai target amalan harian yang berat, tapi
kini….masih berat juga…berat bagi kami melewatkan hari tanpa amalan-amalan
tersebut.
So, sekecil apapun perbuatan kita membutuhkan perencanaan
yang matang, tidak harus menunggu nanti…karena perencanaan yang matang akan
membuahkan hasil yang maksimal, jangan sampai menyesal di akhir yes…
Mungkin Cuma secuil pesan yang bisa diambil dari tulisan panjang
yang membosankan di atas. Sekedar meluangkan waktu di tengah kesibukan, di
antara lelah…mengunjungi rumah keduaku yang bernuansa pink
ini, dan akhir perjumpaan
kupersembahkan sebuah lirik lagu kesukaanku.
Kita sadar ingin bersama..
Tapi tak bisa apa-apa…
Terasa bahagia bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
(Sepatu-tulus)
Sampai di sini yes..kita harus berpisah.
Just motivation
*Optimis itu adalah sikap mengakui dan percaya kepada Alloh
*Pesimis itu adalah sikap bagi orang-orang yang tidak
percaya akan kekuasaan Alloh
Karena sesuatu yang mustahil bisa terjadi atas kehendak
Alloh (31/05/2014)
Wassalamu’alaikumsalam wr.wb