Assalamu’alaikum wr wb
Jika kita mendidik seorang anak laki-laki maka kita mendidik
satu orang anak
Namun jika kita mendidik seorang anak perempuan maka kita
mendidik satu peradaban
Waw!! Sebegitu istimewakah perempuan?
Benar sekali, mengapa demikian?
Itulah, karena wanita adalah tonggak peradaban, wanita bukan
hanya makhluk nomor dua yang keberadaannya selalu ditindas, keindahannya hanya
menjadi pelampiasan nafsu bagi laki-laki, ide-idenya, aspirasinya terkungkung
dan terbelenggu dalam satu kata gender. Tidak begitu kawan, dahulu memang
demikian, namun sekarang tidak. Lihatlah wanita-wanita hebat di luar sana,
mereka mau dan mampu berkontribusi di masyarakat dan mengisi ruang-ruang public.
Wanita itu begitu mulia bukan? Bahkan islam sangat
memuliakan wanita melebihi seorang laki-laki. Dikatakan bahwa wanita adalah
perhiasan dunia, wanita yang wajib dijaga dan dihormati serta menjadi orang
pertama yang harus dimuliakan oleh seorang anak, setelah itu baru si ayahnya.
Bagaimana dengan istilah tonggak peradaban? Iya, dari Rahim wanitalah
calon-calon pemimpin masa depan dilahirkan. Tidak hanya itu, kemudian ia
mendidiknya dengan ajaran yang baik, mengenalkan anak-anaknya dengan Rabbnya. Memberikan
teladan, kasih sayang, dan perlindungan. Jadi, jika menginginkan anaknya solih,
maka ibunya harus solih. Jika menginginkan anaknya cerdas, maka ibunya juga
harus cerdas, begitu seterusnya. Karena seorang ibu adalah cerminan bagi
anak-anaknya. Jika anaknya baik maka lihatlah siapa wanita dibaliknya, namun
jika anaknya buruk maka jangan lantas menyalahkan si anak, lihat dulu wanita
seperti apa yang telah mendidiknya.
Nah, sekarang pertanyaannya begini, wanita solihah itu yang
seperti apa sih?
-
- Sholatnya rajin 5 waktu, ontime
-
- Ditambah sholat sunah lainnya
-
- Tilwahnya rajin, bagus
-
- Puasanya istiqomah
-
- Zakat
-
- Haji
Benar toh? Ya benar. Namun hal itu hanya yang bersifat
ritual, jika dikalkulasi ada berapa jam dibanding waktu satu hari yang kita
miliki? Sisanya banyak sekali bukan? Nah disitulah Rabb kita menunggu
kontribusi kita di bidang social. Benar kan?
Tidak salah seorang perempuan menjadi dokter, jaksa,
pengacara, duta besar, guru, dan lain sebagainya, namun tidak meninggalkan
tugas utamanya, yaitu mendidik anak dan berbakti kepada suaminya.
Lalu bagaimana dengan perintah Alloh yang menyuruh kita
untuk tetap tinggal di rumah?
Satu hal yang tak boleh dilupakan, bahwa kewajiban berdakwah
adalah bagi tiap laki-laki dan perempuan. Kita lihat konteksnya. Jaman dahulu
wanita-wanita muslimah juga keluar rumah untuk berperang!! Waw keren banget ga
sih? Ya iyalah
Jika kita ingin seperti ibunda nabi isa yang berdiam diri di
dalam rumah, beribadah, menjadi wanita suci, mendapat kemuliaan, sekarang tidak
begitu kawan!! Yang dibutuhkan di lapangan tidaklah seperti itu di jaman ini. Di
abad 21 ini memerlukan sosok wanita-wanita tangguh yang mampu untuk maju di
garis depan mengisi ruang-ruang public, dengan syarat telah mampu membenahi dan
mengrurus kewajiban utamanya serta menjaga adab ketika keluar rumah.
Sip!! Jangan takut ya kawan untuk maju dan berkiprah di
dunia politik,menjadi wanita cerdas, tampil di hadapan public, tidak hanya
sebagai objek tapi sebagai subjek.
Para wanita solihah, kalian adalah luar biasa.
Wanita itu harus cerdas, karena dunia ini terlalu keras jika
hanya mengandalkan kecantikan.
Wassalamu’alaikum wr wb
