Hidup
bukan hanya soal apa yang bisa kita dapatkan, namun seberapa bisa kita ikhlas
untuk berbagi pada sesama. Bukankah hidup ini begitu singkat jika orientasinya
hanya pada seberapa banyak materi yang bisa kita kumpulkan. Selama ini mungkin
kita mengira bahwa dengan memberi uang yang kita miliki akan berkurang, atau
mungkin kita tahu bahwa Alloh akan mengganti dengan berpuluh bahkan berates-ratus
kali lipat, tapi berat rasanya saat harus mengeluarkan uang yang kita punya.
Dalam sebuah
kajian malam itu saya benar-benar tersentak saat si ustadz mengatakan bahwa
harta kita yang sesungguhnya adalah harta yang kita sedekahkan di jalan Alloh
SWT, sedangkan harta yang tersisa semata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
saja. Lalu berapa banyak harta yang sudah anda miliki saat ini? Tinggal lihat
saja nanti saat hari perhitungan.
Pernah menjumpai
sebuah kasus dimana orang terdekat kita sampai kelaparan dan tidak memiliki
sepeser uangpun untuk membeli makan? Mungkin kita tidak tahu, atau mungkin
tidak peka, atau bahkan mungkin tidak mau tahu, dan yang paling membuat galau
adalah tahu, peka namun tidak tahu apa yang harus dilakukan, takut menyinggung
atau melukai persaan orang tersebut saat kita sekedar membelikan makan. Padahal
kita tahu bahwa orang tersebut telah menjaga dirinya dari sikap meminta-minta. Yah,
sekedar berbasa-basilah membeli makanan dan menawarkannya makan bersama. Mungkin
hal ini bisa diaplikasikan kepada teman sesama kos.
Terkadang
seharusnya kita merasa malu saat kita diberi rizki lebih oleh Alloh namun
enggan untuk membagikannya kepada sesama. Padahal dalam setiap harta kita
selalu ada hak orang lain. Bukankah bahagia itu ketika kita bisa memberi
ketimbang menerima. Berusahalah untuk lebih banyak memberi ketimbang menerima,
jangan sampai kita justru lebih banyak menerima sesuatu dari orang lain. Tidak peduli
mau dalam keadaan lapang maupun sempit, Karena Alloh tidak akan mungkin
membiarkan kita hidup tanpa rizki.
Bahkan ya
sahabatku, saat kita masih diberi keikhlasan hati untuk menebar senyum kepada sesame,
hal itu merupakan rizki yang tidak dapat diukur dengan angka. Membuat orang
lain bahagia. Kita, menjadi alasan untuk orang lain berbahagia, semoga Alloh
pula yang menjadi alasan kita untuk selalu berbahagia. Sebenarnya hidup itu
sangat indah dengan segala kesyukuran.
