Bahkan, aku tak pernah menyangka bahwa tempatku sekarang di
sini. Posisiku sebagai seorang Mahasiswa di sebuah Universitas di Yogyakarta.
Seiring berjalannya waktu kutemukan begitu banyak keajaiban yang menghiasi
perjalanan hidupku. Bahkan dari hal yang dirasa sangat pahitpun kemudian
menuntunku kepada hal yang sama sekali tidak kupikirkan dulu. Aku hanya
menganggap itu adalah sesuatu yang remeh. Sesuatu yang kujadikan sebagai
pelarian setelah sesuatu yang amat ku inginkan tidak tercapai. Tapi bahkan sekarang
aku menyadari bahwa ketidaksengajaan itu membawaku ke arah yang lebih baik. Di
situ aku banyak mengetahui hal-hal baru,
semangat kawan-kawan. Mereka adalah orang-orang yang bersahabat sangat erat
dengan yang namanya prestasi. Bahkan di situ aku merasa seolah-olah aku harus
mencari sebenarnya hal apa yang bisa aku lakukan. Aku dipaksa untuk mengenali
diriku sendiri.
Siang ini aku mengikuti agenda Top Excellent Training.
Karena beberapa kendala membuatku datang terlambat. Yang seharusnya agenda
sudah dimulai sedari kemarin, namun aku baru sampai semalam. Perjalanan yang
cukup jauh serta rute yang harus kutemukan sendiri bersama teman-teman satu
rombongan yang menyusul membuatku sampai di tempat tujuan hingga larut malam.
Ada penyesalan saat mendengar dari teman-teman bahwa mereka telah mendapat
materi-materi luar biasa dari awal. Dan aku hanya bisa mengikuti sisanya.
Hingga siangnya, di materi yang terakhir, kujumpai seorang pemateri yang
sangat-sangat menggugah dan membuatku tercenganag.
Dari semua itu aku menarik kesimpulan dari semua materi yang
telah disampaikan bahwa kita sebagai seorang manusia tentunya memiliki potensi
dan kepakarannya masing-masing. Tinggal bagaimana kita mengasahnya bahkan
berusaha untuk menemukannya. Kemudian setelah kita menemukan potensi kita, maka
selanjutnya kita pupuk secara intensif. Temui orang-orang hebat yang
kemungkinan akan mendukung potensi kita. Setelah itu jangan lupa masukan ramuan
cinta ke dalamnya agar apa yang bisa kita lakukan bukan hanya hal biasa yang
kebanyakan orang memilikinya, namun juga bermanfaat bagi orang lain.
Bergerak kuncinya, jangan pernah takut untuk memulai.
Biarkan saja orang mau berkata apa dengan apa yang kita lakukan, yakin saja
bahwa apa yang kita lakukan akan membawa pengaruh besar bagi hidup kita. Jangan
mau hanya menjadi orang biasa, sekolah, kuliah, kerja, berkeluarga, memiliki
anak, kemudian siklus itu terulang.
Untuk apa ? hanya sebuah kesia-siaan seorang Mahasiswa yang datng jauh-jauh
dari tanah kelahirannya kemari hanya untuk menuntut ilmu. Di luar sana banyak
orang-orang seperti itu. Ibarat buih, keberadaannya hanya sebatas ada saja.
Tapi ciptakanlah perjalanan hidup yang berbeda, perjalanan yang penuh dengan
intrik dan perjuangan. Itu yang akan membuat kita berbeda dari yang lain.
Ciptakan berbagai kisah yang akan kita banggakan di hadapan anak cucu kita agar
mereka bisa belajar apa yang namanya berjuang itu dari kita.
Luar biasa bukan? Memang prosesnya melelahkan, banyak hal
yang harus dikorbankan, harus mau bergerak dan bergerak, kalau tidak, membusuk
saja di sana, tak ada gunanya. Itu kata-kata yang terus menerus diulang-ulang
hingga meresap ke lubuk hati yang paling dalam, membusuk saja.
Ingat saja satu hal bahwa semua itu juga bagian cara untuk
kita mencapai Ridho Alloh. Apa yang telah Alloh titipkan bagi kita, kita
gunakan untuk berkarya, untuk berdakwah, bermanfaat bagi sesama. Bahkan itu
lebih baik.
Lebih baik tubuh ini hancur dalam bergerak, ketimbang tidak
brmanfaat sama sekali (Tomy Syafarsyah, Ex Ketua BEM Rema UNY)





