Sabtu, 23 Agustus 2014

Laki-laki Dewasa Itu...



                “Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan”
Sebuah tulisan yang saya temukan ketika membaca salah satu artikel yang diposting oleh salah satu author member artincle. Sebenernya sih saat itu hanya sekedar iseng membandingkan artikel motivasi yang saya tulis dengan member yang lain, tapi saat itu juga saya merasa mendapat ilham yang menjawab segala pertanyaan saya akhir-akhir ini. Lebih tepatnya bantahan untuk orang-orang yang menganggap bahwa itu selalu bergantung pada umur.
                Akhir-akhir ini saya memang sering terkena gangguan telinga yang awalnya hanya saya anggap sebagai angin lalu tapi lama kelamaan gangguan itu mulai menjalar ke otak dan mengobrak-abrik apa yang ada di dalamnya. Seseorang, sebut saja si A sering kali “menasihati” saya begini : “Kamu kalo milih calon suami yang sudah tua paling ngga jarak usianya 10 tahun karena biasanya laki-laki yang tua itu lebih eman sama istrinya dan juga lebih dewasa”. Glek! Bahkan seringkali saya “ditawari” beberapa sembarang laki-laki usia hampir 30-an yang menurut si A ini laki-laki yang ideal (OMG hellowwww…gwe masih di bawah umur keles). Tidak hanya sekali dua kali si A ini nyerocos masalah begituan “Jangan suka memilih laki-laki yang hanya seumuran, mereka cenderung kekanak-kanakkan dan tidak bisa ngemong (membimbing)”.
                Perlu dikehatui ya girls,, terkadang kita memang sering kali memandang suatu permasalahan dengan mata yang tertutup sebelah. Tua itu memang jaminan umur tapi dewasa itu adalah pilihan masing-masing individu. Alloh telah menyiapkan sebuah kelas akselerasi kedewasaan. Yang mana hanya orang-orang tertentu yang berkesempatan untuk mencicipinya. Mengapa demikian? Karena kelas yang satu ini paling sulit dimasuki oleh sembarang orang. Kelas ini penuh dengan cobaan, ujian, hambatan, dan rintangan yang menjadi mata pelajaran utama untuk membangun kedewasaan pada diri siswa-siswinya.
                Sebenarnya bukan terlalu sulit memasuki kelas ini, karena secara tidak sadar sebenarnya Alloh selalu menawarkan kesempatan itu untuk kita, tapi tergantung kita mampu atau tidak menyerap  “pelajaran” yang Alloh berikan dengan baik. Seberapa mampunya kita menghadapi ujian-ujian yang Alloh berikan. Jika kita mampu menghadapinya maka itulah yang menjadikan kita semakin dewasa. Intinya, dewasa itu adalah bagaimana seseorang memandang suatu permasalahan.
                Pernah pula kan kita menjumpai laki-laki tua tetapi masih suka bersikap kekanak-kanakkan dan merasa dirinya masih muda. Sehingga ia menggunakan waktunya hanya untuk berhura-hura. So, itu membuktikan bahwa tua itu bukan jaminan sama sekali.
                Kembali lagi ke penuturan si A yang bisa kita hubungkan dengan paragraf  sebelumnya. Saya kurang sependapat dengan penuturan si A, karena menurut saya laki-laki dewasa dan bisa membimbing istrinya itu…
1.       Baik akhlaknya
2.       Cukup ilmunya
3.       Besar rasa tanggung jawabnya
4.       Lelaki sholih yang taat kepada Alloh SWT
So, umur itu sama sekali bukan jaminan untuk menentukan kedewasaan seseorang, sip! Sependapat?