Senin, 25 November 2013
Jumat, 22 November 2013
Lomba Cerpen Teenligi UNSA

Assalamu'alaikum…
Kawan, kalian pasti pernah mendengar hadits nabi yang berbunyi: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR.Bukhari). Berlandaskan hadits tersebut maka lomba Unsa kali ini ingin mengajak kamu untuk menuliskan pesan religi dalam sebuah cerita yang kamu tulis. Utamanya sebuah tema yang mampu menyentuh jiwa remaja untuk selalu melangkah pada jalan yang diridhoi Allah Ta’ala. Dan melalui cerita tersebut, kamu juga bisa meyakinkan pembaca bahwa Dia Maha Pengampun dan lagi Maha Penyayang kepada siapa saja yang ingin mencari cahaya dari sisi gelap atau suram hidupnya. Namun yang harus diperhatikan, karena cerita yang akan kamu tulis ini untuk dikonsumsi remaja, maka hendaklah menggunakan gaya bahasa yang ringan dan sederhana, selayaknya sebuah tulisan yang bergaya teenlit.
Kalau kamu tertarik untuk mengikuti lomba Teenligi Unsa, simak syarat-syarat lombanya sebagai berikut:
-Peserta terbuka untuk umum, tidak dibatasi usia atau pendidikan.
-Cerpen yang diinginkan berupa cerpen remaja islami (Teen Religi) genre BEBAS, tapi bukan komedi atau fantasi.
-Tema umum cerpen: “Pencari Cahaya”, yakni kisah tokoh utama yang bangkit dari keterpurukan dan proses menemukan kembali jati dirinya sebagai seorang muslim/mah sejati.
-Ending harus memberi pesan moral yang mendalam bagi pembaca.
-Usia tokoh 16-23 tahun (SMA-kuliahan).
-Sudut pandang bercerita (POV): bebas.
-Naskah: 12-15 halaman, spasi 2, font Times New Roman ukuran 12 pts, ukuran kertas A4, justified, margin : 4cm(atas)-3cm(bawah)-3cm(k
-Format penulisan nama file naskah (WAJIB): Judul Cerpen + Nama Penulis
-Di akhir naskah sertakan biodata narasi dan sertakan juga nomor HP yang mudah dihubungi (jangan dipisah atau jangan di badan email, badan email biarkan kosong).
-Naskah dikirim dalam 1 email berupa attachment (sisipan) ke email: crewunsa27@yahoo.com dengan subyek #TeenLigi.
-1 peserta hanya boleh mengirim 1 naskah terbaik asli karya sendiri (bukan plagiat) yang belum pernah diterbitkan atau dipublikasikan di media manapun (sebagian atau seluruh naskah) baik cetak maupun online.
-Dicari 15-20 naskah untuk diterbitkan di De Teens.
Hadiah :
-Semua naskah yang lolos akan menerima royalti penerbitan buku + 1 buku tanda terbit.
Naskah akan diseleksi oleh :
1. Crew grup “Untuk Sahabat” (Unsa).
2. Juri Undangan.
3. Redaksi Penerbit De Teens.
-Lomba ini berlangsung selama 2 bulan sejak 1 Oktober - 30 November 2013 batas akhir pukul 12.00 siang.
-Lama penjurian 1 bulan setelah deadline.
-Peserta wajib follow akun twitter @de_teens , @divapress01 dan @unsa27
-Pengumuman daftar nama peserta yang ikutan lomba sebanyak 3 kali selama lomba berlangsung.
Mari kawan, jangan sampai dilewatkan event menarik ini, dan selamat menginspirasi pembaca dengan hasil karyamu. Semoga menjadi amal ibadah karena telah mengajak pembaca kepada jalan dan nilai-nilai kebaikan. Aamiin ya Rabbal Alamin.
Salam,
-Crew Unsa
Sabtu, 16 November 2013
Bincang-bincang Soal Socrates
Assalamu’alaikum wr wb
Bismillahirrahmaanirrahiim…
Alhamdulillahirobbil ‘alamin, minggu
pagi yang cerah. Disambut oleh sang mentari dengan senyum indahnya. Awan putih
cantik yang masih menyimpan titik-titik kelembutan menyelimuti langit yang
belum nampak kebiruannya. Penulis masih diberi kesempatan untuk menghirup udara
pagi yang begitu segar hingga mengisi sudut-sudut alveoli. Tanah coklat yang
masih menyimpan molekul-molekul air dan titik-titik butiran bening sisa embun
yang masih bertengger asyik diatas daun-daun hijau, awassss!!!! Ada ulat! Hehehe
(mau apa sih sebenernya nih penulis? basa-basi mulu, ini bukan novel Non… :D).
sungguh besar karunia Alloh yang diberikan untuk hamba-Nya, jadi sudah
selayaknya kita bersyukur.
Di minggu pagi yang cerah ini
(sebenernya matahari belum nongol sih…) penulis masih menyempatkan menulis
(namnaya juga penulis) untuk sekedar menyapa pembaca dan bincang-bincang soal…
apa yah? Seorang filsuf yang males banget buat nulis, jadi sebagai gantinya
penulis mau nulisin sedikit soal beliau. Meskipun sebenernya besok udah mulai
try out yang pertama. Duh jantungku dag dig dug der! Abis belum nyiapin apa-apa
sih… masih terbuai dengan rajutan kata-kata dan luapan imajinasi yang menghiasi
ujung-ujung sinaps. Ditambah lagi masih sibuk diskusi sama penulis lainnya yang
udah berpengalaman dan juga wira-wiri nyari deadline buat beberapa karyaku,
kemaren udah nemu satu, doakan saja semoga berhasil, aamiin. Entah kenapa try out kali ini kayak kurang
semangat, paling yang semangat belajar Cuma mapel Bahasa Indonesia. Setiap hari
baca novel, nulis cerpen… gak bosen-bosen. Soalnya lebih asyik kalo belajarnya
real, dari pada ngitungin kec epatan buah jatuh dari pohonnya (Sorry…, tak ada
maksud menyinggung buat yang suka begituan :D). Alhamdulillah penulis sekarang
udah punya 8 cerpen, karena baru menulis beberapa minggu yang lalu, ketika
penulis pengen coba-coba bikin cerpen yang simple, eh malah ketagihan, novel
agak dicuekin, sedih :’( hehehe, bisa aja! Dari sekian tulisan itu udah ada
beberapa yang dikritik oleh penulis lainnya. Intinya tanggapannya bagus, namun
pasti ada tapinya… terutama untuk EYD masih kacau balau. Harus lebih rajin
belajar lagi. Untuk puisi udah punya 18, karena agak males nulisnya, entah
kenapa dan karena apa, tapi beberapa juga udah di upload di blog. Terus untuk
novel, sebenernya udah punya tiga judul. Yang dua belum selesai semuanya, yang
satunya udah selesai, tinggal diketik, eh… malah flashdisk yang buat nyimpen novel
tersebut kenal virus merah jambu *LOL jadinya ketikan yang udah sekian halaman
harus menanggung derita. Sebenarnya belum ilang filenya, Cuma keadaannya ghaib.
Waktu discan muncul, tapi gak bisa dilihat, sedih lagi…(ceritanya curcol :D)
tapi ya sudahlah, tak ada yang sia-sia. insyaAlloh masih bisa dikembalikan
filenya, kalaupun tidak, penulis sudah pasrah. Karena semua yang terjadi pada
diri kita adalah kehendak Alloh, kita harus ridho. Semua yang dikehendaki Alloh
adalah baik untuk kita. Jadi kita harus pandai mengambil hikmahnya (materi liqo
pekan lalu).
Udah ah… jangan curhat mulu, judulnya
mau bincang-bincang soal Socrates, tapi kok malah isinya curhatan doang! :D
Yups untuk kali ini penulis ingin
sekali membahas mengenai Socrates, bukan membahas, hanya sedikit mengambil
pelajaran darinya. Salah satu kalimatnya yang terkenal yaitu “Orang yang paling
bijak adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu” itu mengapa dia
selalu bertanya, namun bertanyanya itu untuk berdiskusi, karena dia nggak
pernah mau bersikap menggurui orang lain, dia selalu berlagak bodoh, berlaga
gak tahu, untuk tahu semuanya. Tapi hebatnya, lewat diskusi itu orang-orang
menjadi tahu kehebatan Socrates. Bahkan terkadang menyadarkan orang tersebut
dengan cara yang halus, tidak seperti menggurui. Socrates tidak pernah
memandang orang lain lebih rendah dari dirinya, begitupun dia gak mau dipandang
lebih rendah dari orang lain. Dia itu sosok yang rendah hati, istilah lainnya Humble.
Jadi waktu itu setiap orang di Athena mengaguminya karena ia bertanya
pada siapa saja, bahkan pada seorang budak sekalipun karena Socrates percaya
bahwa setiap manusia punya yang namanya akal. Tingkahnya inilah yang membuat
Athena terkaget-kaget. Seorang filsafat yang mau bergaul dengan seorang budak,
karena waktu itu budak tidak dianggap manusia. Dibalik setiap tingkatan level
manusia waktu itu, pasti manusia punya hati nurani yang berkata sendiri “begitulah
seharusnya Manusia”. Itulah mengapa Socrates selalu bertingkah atas nuraninya,
dia pernah berkata, orang yang mengetahui apa yang baik, maka akan selalu
berbuat baik.
Diatas sudah dikatakan bahwa Socrates
adalah seorang filsuf yang males banget nulis, karena hobinya bertanya terus,
jadi Plato yang bertindak sebagai muridnya banyak menuliskan tentang Socrates.
Dalam salah satu bukunya, Republic, Plato menulis tentang goa,
jadi begini “Sebenarnya orang-orang yang berada di goa itu duduk menghadap kearah
dinding goa dengan cahaya api unggun di depan mereka—karena dunia luar berada
di belakang mereka dan sedihnya mereka hanya melihatnya dari pantulan yang ada
di dinding goa yang ada di depan mereka, mereka hanya melihat bayang-bayang
semesta saja. Mereka pun tenggelam dalam bayang-bayang itu, mencoba mencari
tahu apa dan membicarakannya sampai mereka menyimpulkan bahwa hanya bayang-bayang
itu saja yang ada. Kemudian suatu hari ada satu orang yang keluar dari goa itu
dan menemukan bahwa ternyata di luar sana banyak keindahan sejati yang menunggu
mereka di dunia nyata, tanah air, sungai-sungai, dan kehidupan yang lebih
indah. Lalu orang yang sudah keluar goa itu memberi tahu mereka tentang
keindahan di luar sana dan mengajak mereka keluar. Sedihnya, orang yang berada
di dalam goa itu tidak ada yang mau percaya. Mereka masih percaya bahwa
bayangan yang mereka lihat di dindin goa adalah yang aslinya. Dan akhirnya orang yang mengajak keluar dari
goa itu dibunuh”
Tulisan diatas adalah penggambaran
Plato terhadap kekecewaannya. Orang yang berada di dalam goa itu adalah Athena
dan yang keluar dari goa adalah Socrates. Ia dihukum mati oleh pemerintah
Athena karena pemikiran dan gagasan-gagasan filosofisnya dianggap gila dan
membahayakan Negara. Namun satu yang pasti, Socrates berbuat segalanya tulus
demi kebaikan manusia. Kalo di dalam hatinya, dia percaya bahwa manusia itu
punya hati nurani yang tidak pernah berbohong. Ini warisan terbesarnya.
Socrates sangat percaya kalau hati nurani yang selalu tahu mana yang benar dan
mana yang salah. Intinya, pencuri, perampok, dan orang jahat merasa dalam
hatinya kalau yang dia lakukan itu salah. Socrates pun mati dalam menegakkan
hati nuraninya. Sewaktu ia disuruh memmilih antara meminum racun sampai mati
atau mengakui bahwa pemikirannya salah dan diusir dari Athena, dia memilih
meminum racun demi Athena dan demi nuraninya.
Socrates percaya pada kebenaran dan
kebaikan, dan di lubuk hati seseorang pasti kebaikan itu ada, walaupun dia
berbuat salah dengan segala macam alasan duniawi yang bisa membenarkan dia…
jauh di dalam lubuk hatinya dia tahu kalau dia salah dan orang tersebut pasti
tidak bahagia. Jadi jika kita ingin hidup bahagia, bersihkanlah hati dan
lakukan hal yang baik. Karena orang yang berbuat kebaikan pasti akan selalu
dikenang oleh orang lain.
Dikutip dari :
Novel berjudul 5 cm
Semoga bisa
diambil pelajarannya bagi kita semua, aamiin…
Wassalamu’alaikum wr wb
Sabtu, 09 November 2013
Runtuhan Senja
Runtuhan Senja
(puisi untuk sahabat)
Oleh : Yesty Elfuty
Jinggamu
menyaput senja digamit cakrawala
Terpelanting
sunset menelan riak sang camar
Tenggelam akurat
digaris horizon pekat
Merutuk sudah
percikan lapar egomu
Membakar
solfatar pengantar senyap
Masihkah kau
menebar jaring pandangmu
Padahal piranti penjeratmu
begitu sempit
Sementara padang
ini seluas dandelion
Tak sudikah kau kubur
gigil pagi membeku
Saat dewa amour
memanahmu kejam
Lentera hitammu
menari
Sedang purnama
bergulana menanti sempana
mengukir pualam
pucat tanpa Tanya
kini kau saput
jelantah bening itu
menyirat gaungan
kavalier pemecah sunyi
biarkan sinapsmu
berbicara
biarkan sepotong
merahmu berdera
kentara kan
menyambutmu
dalam perisai
putih jelmaan zircon
Kamis, 07 November 2013
Sholah Dhuha, Pelajaran, atau Tidur?
Semenjak kelasku dipindah ke lab
kimia, rasanya aku harus mulai beradaptasi dengan kelas baru itu, dari mulai
tempat jajan, jarak kelas dengan masjid yang jauh, naik turun tangga, bahkan
aku harus merelakan jam pemberangkatan lebih awal agar tidak keteteran sampai
di “kelas baru” yang berada di lantai 6. Jam 5-6 adalah pelajaran biologi yang
gurunya punya tingkat keteladanan tinggi alias telat dan…. Hehehe, alhasil
kelas jadi gaduh dan amburadul. Menambah suasana panas yang membakar saraf, tak
dapat dielakan lagi, kepala dan leher bagian belakangku mulai terasa sakit dan
entahlah, begitu nyeri. Dua buah AC dan dua buah kipas angin tak dapat membatu
untuk satu ruangan tak cukup besar itu.
“Siapa
yang mau sholat dhuha? kamu mau?” suara “gayung siwur” itu menggema ke seluruh
penjuru kelas namun tersamarkan oleh teriakan mulut-mulut yang lebih lebar.
Kulirik jam dinding berwarna merah yang tergantug di depan lemari, bergambar
red devil pula, dan anehnya lagi backgroundnya bergambar bunga-bunga berwarna
pink. Waktu menunjukkan pukul 10.30, masih ada waktu untuk sholat dhuha,
berhubung tadi malam aku tak bangun untuk sholat tahajud karena tanpa sadar
mematikan alarm saat tidur atau bahkan dengar tapi dibiarkan, atau juga karena
sama sekali tidak dengar. Banyak kemungkinan yang jelas aku bangun ketika waktu
subuh membangunkanku dari mimpi yang sudah kulupakan sejak semenit aku bangun
tidur. Ok kembali lagi ke suasana “kelas baru”
“Mba
aku ikut…” aku langsung beringsut menghampiri Mba Ita dan mengambil mukena
“Kemana
ini Fut?” saut Metria yang akhir-akhir semangat sekali sholat Dhuha
“Sholat
Dhuha Met..” jawabku
“Aku
ikut”
“Ayo…”
Mba Ita menggandeng tangan Metria.
Kami
bertiga, menuruni 5 tangga untuk sampai di masjid depan, masjid yang mempunyai
kenangan tersendiri untkku. Namun warnanya yang semula pink kalem, sekarang
berubah menjadi hijau. Sedikit berbeda dari dulu. Mba Ita melirik jam di
dinding
“Ah,
sudah setengan 11, 2 rakaat saja” ucap Mba Ita sambil mengenakan mukena
berwarna coklatnya
“Aku
juga deh, yang penting untuk menghilangkan lebel orang lalai di jidatku,
hehehe” masih teringat jelas kata ustadz mudaku itu. jika kita tak sholat
Tahajud, tidak bersedekah, maka sholat Dhuhalah, agar kita tidak menjadi orang
yang lalai.
Mba
Ita membaringkan tubuhnya selesai sholat Dhuha, diikuti aku dan Metria
“Aku
sebenernya seneng kalo abis sholat boboan pake mukena, tapi gak boleh” cetus
Mba Ita tiba-tiba
“Aku
juga Mba, terutama abis sholat Subuh, malah sampe sekalian tidur, hehehe”
sambungku
“Lah,
kamu sih gak dimana juga pasti tidur, hahaha” kelakar Metria menertawaiku
“Hahaha,
bisa ajah, aku emang ngantukan banget sih, tapi kalo lagi bosen ajah” jawabku
santai
“Emang
kenapa sih gak boleh boboan pake mukena?”
“Ya
gak tahu…Eh kita kok malah santai gini sih? Mau balik ke kelas gak?”
“Gak
Usah, jauh, mending disini aja sampe Dzuhur” cetusku enteng
“ya
udah deh, aku mau tidur dulu” Mba Ita tidur dengan keadaan masih mengenakan
mukena. Kebetulan masjid juga sepi, jadi lebih leluasa. Sedangkan aku dan
Metria asyik cerita sambil tiduran.
Waktu
Dzuhur tiba, Sely, teman sekelasku bilang kalau tadi pelajaran Biologi ada guru
yang masuk. Guru pengganti.
“Masa
sih Sel?” teriakku kaget
“Iya
bener laaaah” jawab Sely
“Tadi
mbahas materi yang apa Sel?” Tanya Mba Ita
“ya
nglanjutin kemaren”
“Substansi
Genetik Mba?” aku menoleh ke arah Mba Ita “Duh, aku gak mudeng lagi”.
Seusai
sholat Dzuhur aku segera kembali ke kelas. Tak membuang-buang waktu lagi. Aku langsung
minta ajari Neria dan Elin. Duh makin pusing, mana gak begitu mudeng lagi.
Akhirnya setelah muter-muter mudeng juga.
“Aku
tolong ajari lah” teriak Mba Ita
“Mba,
sama aku aja, aku dah mudeng J”
“Udah?
Ok deh”
Untung ajah ada teman berbaik hati
mau ngajarin, meskipun diledek juga. Ampun deh, gak lagi-lagi bolos jam
pelajaran, apalagi tidur di kelas, hehe:D
Langganan:
Postingan (Atom)

