Senin, 25 November 2013

DAFTAR PESERTA SEMENTARA EVENT #TEENLIGI UNSA 2013

Pertanggal 15 November 2013

No. Judul + Penulis

1. 1 + Meliani
2. Adilkah Untukku + Diandra Aini
3. Ajari Aku Sholat + ANIS PUSTARIYA
4. Akhir dari Sebuah Perjalanan + DeAy
5. Akhirmu adalah Cahaya Bagi Kami + Iftah Hd
6. Aku Kembali saat Ayahku Pergi + Ibnu Khilal Hamdan
7. Aku Menyesal + Nita Rizky Yani
8. Aku Pasti Datang! + Faisal Ibnu Fattah
9. Aku Sial Bukan Karena Jilbab + Mega Surya Pratiwi
10. Allah.. Izinkan Aku Mengetuk Pintu SurgaMu + Dewi Susanti
11. Allisa + Anisa
12. Angga dan Rani + Ronie Permana
13. Astagfirullah Aku Jatuh Cinta + Fitria Nia Dikasari
14. Bahagia Sesaat dan Jatuh Tanpa Mampu Bangkit Kembali + Ratih Oktaviani Ginting
15. Bhinneka yang Tidak Tunggal Ika + Mukodas Sinatrya
16. Bianglala Baheera + Beta Gunarti Brilliana
17. Bukan Lubang yang Sama + Ulfa Mia Lestari
18. Bukan Tak Suci + Dian Nafi
19. Cahaya Ini Ku Dapat Dari Orang Yang Ku Benci + Nur Roma Prima Karina
20. Cahaya Itu Masih Ada + Diana Nuha Shofia
21. Cahayaku Palestina + Khusnul Khotimah
22. Cinta Seorang Fitri + Rumadi
23. Colekan Lembut Cinta-Nya + Arinda Shafa
24. Di Balik Kaca Hitam + Dies Margianingsih
25. Dia Panggil Aku Say + Najmatul Millah Nasution
26. Dijemput Hidayah-Nya + Widya Pangestika Putri Bahari
27. Enstein Mencari Cinta + Fathelvi Mudaris
28. Gadis Kecil Berkursi Roda + Adam Yudhistira
29. Ghost of a Chance + Wahyu Chandra Fauzi
30. Gombal Abah Muklis + Liza Yuvita Sikku
31. Hanya Ingin Kembali Kepada-Mu + Mel Ara
32. Harapan Baru + Eko Hartono
33. Hati Malaikat Untukmu + Risya Rizky Nurul Qur’ani
34. Hidayah bagi Fatimah + Risang Bayu
35. Indah Cinta-Nya + Ummu Fauziyyatun Amatullah
36. Jalan Pulang + Andaru Intan
37. JILBAB + Muyassaroh
38. Jilbabku Kecantikanku + Ika Dwi Handayani
39. Karena Alloh Ingin Aku Selalu Dekat + Yesty Elfuty
40. Kembali ke Jalan-Mu + Adila Nurkamilah
41. Kembali ke Rumah Ibu + Marlina
42. Kenangan SMA Menjelang Reformasi 1998 + Ivan Jayadi
43. Kenangan Terindah + Gita Marantika
44. Kerudung Berlian + Rizka Cahyani Putri
45. Ketika Fadhil Ikut Rohis + Nurlela
46. Ketulusan Cinta Aira + Melany Nasmi Angraini
47. Kosmis Putih + Eka S Lubis
48. Kuliah Buat Mama + M. Anzaikhan
49. KUPU-KUPU PUTIH + MUSDALIFAH
50. Kyai Haji Rahmat + Reyhan M Abdurrohman
51. Langkah Pasti Menuju-Nya + El-Kibtiya
52. Malaikat berjilbab + Adhy Pratama Irianto
53. Marsya, Maria dan Maha Segala + Amilatun Sakinah
54. Mata Tajam Itu Milik Siapa + Nisa Pratiwi
55. Menggapai Harapan + Ferdiansyah Soenaryo
56. Menuju Pencerahan + Alfa Sukarno
57. My Name is Jacob + Alifah Ramadhani
58. Nol Kilometer + Destiya Dwi P.
59. NUR + Koko Ferdie
60. Pelita yang Hilang + FA TIH
61. Pengais Keadilan + Nadiyatus Saada
62. Penghujung nafasmu + Rani Karya Fitri
63. Perjalanan Hidayah + Bambang Nur Sholeh
64. Perubahan + Aria Yolanda Putri
65. Puzzle Diana Ros + Rosiana Febrianti
66. Righteousness + Marsa Shabrina Ruhiyat
67. Saat Takut Datang + Reni Sri Suryani
68. Secercah cahaya lembutNya + Zulfa eN-We
69. SEJUTA CINTA UNTUK ALLISHA + RIZQI SHAOMI
70. Semburat Cahaya-Mu di Kelamnya Hati + Ulfah Khaerani
71. SHALIHAH + Nila Sari
72. Sinar dari Kota Kazan + Rofiq L hayat
73. Sirah Nabawiyah + Saidah Nur Lubis
74. Syurga Tempat Orang Bodoh + Arif JMSH
75. Tangan-Tangan Tuhan + Kalis Mardi Asih
76. Terbelenggu Sesal + Akhwatul Chomsiyah Firdausa
77. Titik Terang Menyapa + Alfiani Mazidatul Karimah

Salam,
@hertantyo_dk
Crew UNSA

-
Nb :
* Perhatikan lagi SPACING + MARGIN kertasnya.
Terimakasih 
Me, nomer 39, cemuguedd eaaa :)

Jumat, 22 November 2013

Lomba Cerpen Teenligi UNSA


Assalamu'alaikum…
Kawan, kalian pasti pernah mendengar hadits nabi yang berbunyi: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR.Bukhari). Berlandaskan hadits tersebut maka lomba Unsa kali ini ingin mengajak kamu untuk menuliskan pesan religi dalam sebuah cerita yang kamu tulis. Utamanya sebuah tema yang mampu menyentuh jiwa remaja untuk selalu melangkah pada jalan yang diridhoi Allah Ta’ala. Dan melalui cerita tersebut, kamu juga bisa meyakinkan pembaca bahwa Dia Maha Pengampun dan lagi Maha Penyayang kepada siapa saja yang ingin mencari cahaya dari sisi gelap atau suram hidupnya. Namun yang harus diperhatikan, karena cerita yang akan kamu tulis ini untuk dikonsumsi remaja, maka hendaklah menggunakan gaya bahasa yang ringan dan sederhana, selayaknya sebuah tulisan yang bergaya teenlit.
Kalau kamu tertarik untuk mengikuti lomba Teenligi Unsa, simak syarat-syarat lombanya sebagai berikut:
-Peserta terbuka untuk umum, tidak dibatasi usia atau pendidikan.
-Cerpen yang diinginkan berupa cerpen remaja islami (Teen Religi) genre BEBAS, tapi bukan komedi atau fantasi.
-Tema umum cerpen: “Pencari Cahaya”, yakni kisah tokoh utama yang bangkit dari keterpurukan dan proses menemukan kembali jati dirinya sebagai seorang muslim/mah sejati.
-Ending harus memberi pesan moral yang mendalam bagi pembaca.
-Usia tokoh 16-23 tahun (SMA-kuliahan).
-Sudut pandang bercerita (POV): bebas.
-Naskah: 12-15 halaman, spasi 2, font Times New Roman ukuran 12 pts, ukuran kertas A4, justified, margin : 4cm(atas)-3cm(bawah)-3cm(kanan)-4cm(kiri).
-Format penulisan nama file naskah (WAJIB): Judul Cerpen + Nama Penulis
-Di akhir naskah sertakan biodata narasi dan sertakan juga nomor HP yang mudah dihubungi (jangan dipisah atau jangan di badan email, badan email biarkan kosong).

-Naskah dikirim dalam 1 email berupa attachment (sisipan) ke email: crewunsa27@yahoo.com dengan subyek #TeenLigi.
-1 peserta hanya boleh mengirim 1 naskah terbaik asli karya sendiri (bukan plagiat) yang belum pernah diterbitkan atau dipublikasikan di media manapun (sebagian atau seluruh naskah) baik cetak maupun online.
-Dicari 15-20 naskah untuk diterbitkan di De Teens.
Hadiah :
-Semua naskah yang lolos akan menerima royalti penerbitan buku + 1 buku tanda terbit.
Naskah akan diseleksi oleh :
1. Crew grup “Untuk Sahabat” (Unsa).
2. Juri Undangan.
3. Redaksi Penerbit De Teens.
-Lomba ini berlangsung selama 2 bulan sejak 1 Oktober - 30 November 2013 batas akhir pukul 12.00 siang.
-Lama penjurian 1 bulan setelah deadline.
-Peserta wajib follow akun twitter @de_teens , @divapress01 dan @unsa27
-Pengumuman daftar nama peserta yang ikutan lomba sebanyak 3 kali selama lomba berlangsung.
Mari kawan, jangan sampai dilewatkan event menarik ini, dan selamat menginspirasi pembaca dengan hasil karyamu. Semoga menjadi amal ibadah karena telah mengajak pembaca kepada jalan dan nilai-nilai kebaikan. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Salam,
-Crew Unsa



Sabtu, 16 November 2013

Bincang-bincang Soal Socrates

Assalamu’alaikum wr wb
Bismillahirrahmaanirrahiim…
           
Alhamdulillahirobbil ‘alamin, minggu pagi yang cerah. Disambut oleh sang mentari dengan senyum indahnya. Awan putih cantik yang masih menyimpan titik-titik kelembutan menyelimuti langit yang belum nampak kebiruannya. Penulis masih diberi kesempatan untuk menghirup udara pagi yang begitu segar hingga mengisi sudut-sudut alveoli. Tanah coklat yang masih menyimpan molekul-molekul air dan titik-titik butiran bening sisa embun yang masih bertengger asyik diatas daun-daun hijau, awassss!!!! Ada ulat! Hehehe (mau apa sih sebenernya nih penulis? basa-basi mulu, ini bukan novel Non… :D). sungguh besar karunia Alloh yang diberikan untuk hamba-Nya, jadi sudah selayaknya kita bersyukur.
           
Di minggu pagi yang cerah ini (sebenernya matahari belum nongol sih…) penulis masih menyempatkan menulis (namnaya juga penulis) untuk sekedar menyapa pembaca dan bincang-bincang soal… apa yah? Seorang filsuf yang males banget buat nulis, jadi sebagai gantinya penulis mau nulisin sedikit soal beliau. Meskipun sebenernya besok udah mulai try out yang pertama. Duh jantungku dag dig dug der! Abis belum nyiapin apa-apa sih… masih terbuai dengan rajutan kata-kata dan luapan imajinasi yang menghiasi ujung-ujung sinaps. Ditambah lagi masih sibuk diskusi sama penulis lainnya yang udah berpengalaman dan juga wira-wiri nyari deadline buat beberapa karyaku, kemaren udah nemu satu, doakan saja semoga berhasil, aamiin.  Entah kenapa try out kali ini kayak kurang semangat, paling yang semangat belajar Cuma mapel Bahasa Indonesia. Setiap hari baca novel, nulis cerpen… gak bosen-bosen. Soalnya lebih asyik kalo belajarnya real, dari pada ngitungin kec epatan buah jatuh dari pohonnya (Sorry…, tak ada maksud menyinggung buat yang suka begituan :D). Alhamdulillah penulis sekarang udah punya 8 cerpen, karena baru menulis beberapa minggu yang lalu, ketika penulis pengen coba-coba bikin cerpen yang simple, eh malah ketagihan, novel agak dicuekin, sedih :’( hehehe, bisa aja! Dari sekian tulisan itu udah ada beberapa yang dikritik oleh penulis lainnya. Intinya tanggapannya bagus, namun pasti ada tapinya… terutama untuk EYD masih kacau balau. Harus lebih rajin belajar lagi. Untuk puisi udah punya 18, karena agak males nulisnya, entah kenapa dan karena apa, tapi beberapa juga udah di upload di blog. Terus untuk novel, sebenernya udah punya tiga judul. Yang dua belum selesai semuanya, yang satunya udah selesai, tinggal diketik, eh… malah flashdisk yang buat nyimpen novel tersebut kenal virus merah jambu *LOL jadinya ketikan yang udah sekian halaman harus menanggung derita. Sebenarnya belum ilang filenya, Cuma keadaannya ghaib. Waktu discan muncul, tapi gak bisa dilihat, sedih lagi…(ceritanya curcol :D) tapi ya sudahlah, tak ada yang sia-sia. insyaAlloh masih bisa dikembalikan filenya, kalaupun tidak, penulis sudah pasrah. Karena semua yang terjadi pada diri kita adalah kehendak Alloh, kita harus ridho. Semua yang dikehendaki Alloh adalah baik untuk kita. Jadi kita harus pandai mengambil hikmahnya (materi liqo pekan lalu).
           
Udah ah… jangan curhat mulu, judulnya mau bincang-bincang soal Socrates, tapi kok malah isinya curhatan doang! :D
           
Yups untuk kali ini penulis ingin sekali membahas mengenai Socrates, bukan membahas, hanya sedikit mengambil pelajaran darinya. Salah satu kalimatnya yang terkenal yaitu “Orang yang paling bijak adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu” itu mengapa dia selalu bertanya, namun bertanyanya itu untuk berdiskusi, karena dia nggak pernah mau bersikap menggurui orang lain, dia selalu berlagak bodoh, berlaga gak tahu, untuk tahu semuanya. Tapi hebatnya, lewat diskusi itu orang-orang menjadi tahu kehebatan Socrates. Bahkan terkadang menyadarkan orang tersebut dengan cara yang halus, tidak seperti menggurui. Socrates tidak pernah memandang orang lain lebih rendah dari dirinya, begitupun dia gak mau dipandang lebih rendah dari orang lain. Dia itu sosok yang rendah hati, istilah lainnya Humble.  Jadi waktu itu setiap orang di Athena mengaguminya karena ia bertanya pada siapa saja, bahkan pada seorang budak sekalipun karena Socrates percaya bahwa setiap manusia punya yang namanya akal. Tingkahnya inilah yang membuat Athena terkaget-kaget. Seorang filsafat yang mau bergaul dengan seorang budak, karena waktu itu budak tidak dianggap manusia. Dibalik setiap tingkatan level manusia waktu itu, pasti manusia punya hati nurani yang berkata sendiri “begitulah seharusnya Manusia”. Itulah mengapa Socrates selalu bertingkah atas nuraninya, dia pernah berkata, orang yang mengetahui apa yang baik, maka akan selalu berbuat baik.
           
Diatas sudah dikatakan bahwa Socrates adalah seorang filsuf yang males banget nulis, karena hobinya bertanya terus, jadi Plato yang bertindak sebagai muridnya banyak menuliskan tentang Socrates.
           
Dalam salah satu bukunya, Republic, Plato menulis tentang goa, jadi begini “Sebenarnya orang-orang yang berada di goa itu duduk menghadap kearah dinding goa dengan cahaya api unggun di depan mereka—karena dunia luar berada di belakang mereka dan sedihnya mereka hanya melihatnya dari pantulan yang ada di dinding goa yang ada di depan mereka, mereka hanya melihat bayang-bayang semesta saja. Mereka pun tenggelam dalam bayang-bayang itu, mencoba mencari tahu apa dan membicarakannya sampai mereka menyimpulkan bahwa hanya bayang-bayang itu saja yang ada. Kemudian suatu hari ada satu orang yang keluar dari goa itu dan menemukan bahwa ternyata di luar sana banyak keindahan sejati yang menunggu mereka di dunia nyata, tanah air, sungai-sungai, dan kehidupan yang lebih indah. Lalu orang yang sudah keluar goa itu memberi tahu mereka tentang keindahan di luar sana dan mengajak mereka keluar. Sedihnya, orang yang berada di dalam goa itu tidak ada yang mau percaya. Mereka masih percaya bahwa bayangan yang mereka lihat di dindin goa adalah yang aslinya.  Dan akhirnya orang yang mengajak keluar dari goa itu dibunuh”
           
Tulisan diatas adalah penggambaran Plato terhadap kekecewaannya. Orang yang berada di dalam goa itu adalah Athena dan yang keluar dari goa adalah Socrates. Ia dihukum mati oleh pemerintah Athena karena pemikiran dan gagasan-gagasan filosofisnya dianggap gila dan membahayakan Negara. Namun satu yang pasti, Socrates berbuat segalanya tulus demi kebaikan manusia. Kalo di dalam hatinya, dia percaya bahwa manusia itu punya hati nurani yang tidak pernah berbohong. Ini warisan terbesarnya. Socrates sangat percaya kalau hati nurani yang selalu tahu mana yang benar dan mana yang salah. Intinya, pencuri, perampok, dan orang jahat merasa dalam hatinya kalau yang dia lakukan itu salah. Socrates pun mati dalam menegakkan hati nuraninya. Sewaktu ia disuruh memmilih antara meminum racun sampai mati atau mengakui bahwa pemikirannya salah dan diusir dari Athena, dia memilih meminum racun demi Athena dan demi nuraninya.

Socrates percaya pada kebenaran dan kebaikan, dan di lubuk hati seseorang pasti kebaikan itu ada, walaupun dia berbuat salah dengan segala macam alasan duniawi yang bisa membenarkan dia… jauh di dalam lubuk hatinya dia tahu kalau dia salah dan orang tersebut pasti tidak bahagia. Jadi jika kita ingin hidup bahagia, bersihkanlah hati dan lakukan hal yang baik. Karena orang yang berbuat kebaikan pasti akan selalu dikenang oleh orang lain.

Dikutip dari : Novel berjudul 5 cm
            Semoga bisa diambil pelajarannya bagi kita semua, aamiin…

Wassalamu’alaikum wr wb

Sabtu, 09 November 2013

Runtuhan Senja

Senja | Flickr - Photo Sharing!
Runtuhan Senja
 (puisi untuk sahabat)

Oleh : Yesty Elfuty

Jinggamu menyaput senja digamit cakrawala
Terpelanting sunset menelan riak sang camar
Tenggelam akurat digaris horizon pekat
Merutuk sudah percikan lapar egomu
Membakar solfatar pengantar senyap
Masihkah kau menebar jaring pandangmu
Padahal piranti penjeratmu begitu sempit
Sementara padang ini seluas dandelion
Tak sudikah kau kubur gigil pagi membeku
Saat dewa amour memanahmu kejam
Lentera hitammu menari 
Sedang purnama bergulana menanti sempana
mengukir pualam pucat tanpa Tanya
kini kau saput jelantah bening itu
menyirat gaungan kavalier pemecah sunyi
biarkan sinapsmu berbicara
biarkan sepotong merahmu berdera
kentara kan menyambutmu
dalam perisai putih jelmaan zircon


Kamis, 07 November 2013

Sholah Dhuha, Pelajaran, atau Tidur?


     
           Semenjak kelasku dipindah ke lab kimia, rasanya aku harus mulai beradaptasi dengan kelas baru itu, dari mulai tempat jajan, jarak kelas dengan masjid yang jauh, naik turun tangga, bahkan aku harus merelakan jam pemberangkatan lebih awal agar tidak keteteran sampai di “kelas baru” yang berada di lantai 6. Jam 5-6 adalah pelajaran biologi yang gurunya punya tingkat keteladanan tinggi alias telat dan…. Hehehe, alhasil kelas jadi gaduh dan amburadul. Menambah suasana panas yang membakar saraf, tak dapat dielakan lagi, kepala dan leher bagian belakangku mulai terasa sakit dan entahlah, begitu nyeri. Dua buah AC dan dua buah kipas angin tak dapat membatu untuk satu ruangan tak cukup besar itu.
            “Siapa yang mau sholat dhuha? kamu mau?” suara “gayung siwur” itu menggema ke seluruh penjuru kelas namun tersamarkan oleh teriakan mulut-mulut yang lebih lebar. Kulirik jam dinding berwarna merah yang tergantug di depan lemari, bergambar red devil pula, dan anehnya lagi backgroundnya bergambar bunga-bunga berwarna pink. Waktu menunjukkan pukul 10.30, masih ada waktu untuk sholat dhuha, berhubung tadi malam aku tak bangun untuk sholat tahajud karena tanpa sadar mematikan alarm saat tidur atau bahkan dengar tapi dibiarkan, atau juga karena sama sekali tidak dengar. Banyak kemungkinan yang jelas aku bangun ketika waktu subuh membangunkanku dari mimpi yang sudah kulupakan sejak semenit aku bangun tidur. Ok kembali lagi ke suasana “kelas baru”
            “Mba aku ikut…” aku langsung beringsut menghampiri Mba Ita dan mengambil mukena
            “Kemana ini Fut?” saut Metria yang akhir-akhir semangat sekali sholat Dhuha
            “Sholat Dhuha Met..” jawabku
            “Aku ikut”
            “Ayo…” Mba Ita menggandeng tangan Metria.
            Kami bertiga, menuruni 5 tangga untuk sampai di masjid depan, masjid yang mempunyai kenangan tersendiri untkku. Namun warnanya yang semula pink kalem, sekarang berubah menjadi hijau. Sedikit berbeda dari dulu. Mba Ita melirik jam di dinding
            “Ah, sudah setengan 11, 2 rakaat saja” ucap Mba Ita sambil mengenakan mukena berwarna coklatnya
            “Aku juga deh, yang penting untuk menghilangkan lebel orang lalai di jidatku, hehehe” masih teringat jelas kata ustadz mudaku itu. jika kita tak sholat Tahajud, tidak bersedekah, maka sholat Dhuhalah, agar kita tidak menjadi orang yang lalai.
            Mba Ita membaringkan tubuhnya selesai sholat Dhuha, diikuti aku dan Metria
            “Aku sebenernya seneng kalo abis sholat boboan pake mukena, tapi gak boleh” cetus Mba Ita tiba-tiba
            “Aku juga Mba, terutama abis sholat Subuh, malah sampe sekalian tidur, hehehe” sambungku
            “Lah, kamu sih gak dimana juga pasti tidur, hahaha” kelakar Metria menertawaiku
            “Hahaha, bisa ajah, aku emang ngantukan banget sih, tapi kalo lagi bosen ajah” jawabku santai
            “Emang kenapa sih gak boleh boboan pake mukena?”
            “Ya gak tahu…Eh kita kok malah santai gini sih? Mau balik ke kelas gak?”
            “Gak Usah, jauh, mending disini aja sampe Dzuhur” cetusku enteng
            “ya udah deh, aku mau tidur dulu” Mba Ita tidur dengan keadaan masih mengenakan mukena. Kebetulan masjid juga sepi, jadi lebih leluasa. Sedangkan aku dan Metria asyik cerita sambil tiduran.
            Waktu Dzuhur tiba, Sely, teman sekelasku bilang kalau tadi pelajaran Biologi ada guru yang masuk. Guru pengganti.
            “Masa sih Sel?” teriakku kaget
            “Iya bener laaaah” jawab Sely
            “Tadi mbahas materi yang apa Sel?” Tanya Mba Ita
            “ya nglanjutin kemaren”
            “Substansi Genetik Mba?” aku menoleh ke arah Mba Ita “Duh, aku gak mudeng lagi”.
            Seusai sholat Dzuhur aku segera kembali ke kelas. Tak membuang-buang waktu lagi. Aku langsung minta ajari Neria dan Elin. Duh makin pusing, mana gak begitu mudeng lagi. Akhirnya setelah muter-muter mudeng juga.
            “Aku tolong ajari lah” teriak Mba Ita
            “Mba, sama aku aja, aku dah mudeng J
            “Udah? Ok deh”
Untung ajah ada teman berbaik hati mau ngajarin, meskipun diledek juga. Ampun deh, gak lagi-lagi bolos jam pelajaran, apalagi tidur di kelas, hehe:D



me,mamaijat.......: June 2012