Senin, 04 November 2013

Sukses Tak Harus Pintar



Assalamu’alaikum wr wb
Bismillahirrahmaanirrahiim

Sukses itu apabila sesuatu yang kita inginkan, yang kita dambakan dan kita cita-citakan telah tercapai, missal sesorang memiliki cita-cita menjadi seorang penulis yang karyanya bisa tersebar hingga ke seluruh dunia, namun faktanya baru bisa di nikmati di dalam negeri, itu artinya orang tersebut belum mencapai titik kesuksesan. 

Artinya sukses bagi setiap orang adalah sesuatu yang relative, sama dengan halnya kecantikan, keindahan, karena bisa jadi bagi sebagian orang telah memandang seseorang sukses, namun sebagian orang masih mengatakan belum, tergantung apa yang menjadi tolak ukurnya.

Kemudian, pintar yang saya maksud disini adalah seseorang yang selalu mendapat nilai tinggi saat bersekolah, peringkat atas, IP sempurna atau cumloud terbaik. Lalu hubungannya dengan judul yang saya sematkan di atas bagaimana?. Kepandaian dalam berfikir bukan menjadi tolak ukur apakah orang tersebut bisa sukses atau tidak, karena yang menentukan kesuksesan seseorang adalah kerja keras, semangat, sikap pantang menyerah, ulet, teliti dan sifat-sifat lain yang menjadi karakteristik seorang entrepreneur, dan satu yang tak boleh dilupakan adalah sikap komitmen terhadap sesuatu. Karena banyak sekali orang yang mempunyai kecerdasa intelektual (IQ) tinggi justru karirnya terombang-ambing karena tidak memiliki sikap komitmen. Bukan berarti sikap komitmen sama halnya dengan istilah saklek, karena komitmen sifatnya dinamis mengikuti perkembangan situasi.

Dalam hidup ini kita hanya perlu memilih satu atau dua profesi dalam satu disiplin ilmu, jadi disini sikap komitmen sangat di perlukan, agar hasil yang kita capai lebih maksimal. Hal itu memang kurang sesuai dengan kurikulum pendidikan di Indonesia yang menjejali berbagai macam disiplin ilmu yang berupa teori, namun faktanya di masyarakat kita, orang yang menguasai berbagai macam disiplin ilmu akhirnya hanya memilih salah satu yang 
menurutnya paling sesuai untuk di tekuni. Namun itu memang berlaku untuk sebagian orang.

Kemudian apa lagi yang kita butuhkan untuk menggapai kesuksesan?, ialah bakat, potensi, kemampuan diri. Kebanyakan orang yang tidak maksimal dalam menjalani profesinya adalah karena seseorang itu tidak mampu mengenali bakat dan potensi dalam dirinya, jadi bisa di katakan nyasar, jika profesinya tak sesuai dengan bakat yang ada pada diri orang tersebut.

Kita sebagai manusia hidup dengan dibekali kemampuan dan bakat masing-masing oleh Sang Maha Pencipta, jadi tinggal bagaimana seseorang itu menggalinya. Setelah di gali dan di temukan, apa setelah itu hanya di biarkan saja?, tentu tidak, potensi dan bakat tidak akan menjadi prestasi apabila di biarkan begitu saja, jadi perlu di pupuk terus menerus agar tumbuh dan berkembang. Satu potensi yang dipupuk lebih baik dari pada seribu potensi yang tidak di pupuk. Ok, sebagai gambaran akan saya ceritakan mengenai seorang anak yang tidak terlalu bagus dalam prestasi akademik, namun mampu meraih preastasi yang membawa pada titik kesuksesan.

Dulu sewaktu saya SMP, guru saya bercerita, beliau pernah mempunya seorang murid yang sangat (ma’af) bodoh, bahkan guru saya itu sering kali mengatai anak tersebut, dan katakanlah sedikit meremehkan, hingga ujian pun anak tersebut tidak lulus, namun kemudian guru saya mengatakan bahwa anak tersebut memiliki bakat yaitu berdagang. Akhirnya setelah selesai sekolah anak tersebut mulai merintis karirnya sebagai seorang pedagang. Dengan berbekal kerja keras, pantang menyerah, komitmen tinggi dan melewati perjalanan panjang, akhirnya sampailah anak tersebut pada titik kesuksesanya, dan sekarang ini anak tersebut sudah memiliki rumah, mobil pribadi, dan berbagai fasilitas yang memadai. Jika di bandingkan dengan guru saya, jelas guru saya sudah kalah saing.

Satu pelajaran yang juga bisa kita ambil dari cerita di atas. Terkadang kita meremehkan keterbatasan dalam diri seseorang, namun perlu di ingat, setiap kekurangan pasti ada kelebihan, dan bisa jadi orang yang kita remehkan lebih baik dari diri kita sendiri.

Ok, jadi kesimpulannya, kesuksesan itu bisa di capai dengan berbagai cara, tidak hanya mengandalkan IQ atau hitam di atas putih. Tapi sebuah pemikiran harus di lanjutkan dengan tindakan yang menghasilakn karya/produk, tidak hanya ditulis diatas kertas ulangan atau nilai rapot.  Jadi untuk para pelajar yang merasa memiliki nilai pas-pasan jangan pantang menyerah, karena masih ada banyak cara menggapai kesuksesan salah satunya degan cara mengenali bakat dan potensi kemudian memupuknya, berkomitmen dan merealisasikannya dalam bentuk tindakan. Terakhir yang jauh lebih penting dari segalanya adalah ketika kita ikhlas dengan apa yang dikehendaki Alloh untuk diri kita. Karena apapun itu, pasti itulah yang terbaik untuk kita.

Wassalamu’alaikum wr wb

0 komentar:

Posting Komentar