Assalamu’alaikum wr
wb
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sukses itu apabila
sesuatu yang kita inginkan, yang kita dambakan dan kita cita-citakan telah
tercapai, missal sesorang memiliki cita-cita menjadi seorang penulis yang
karyanya bisa tersebar hingga ke seluruh dunia, namun faktanya baru bisa di
nikmati di dalam negeri, itu artinya orang tersebut belum mencapai titik
kesuksesan.
Artinya sukses bagi setiap orang adalah sesuatu yang relative, sama
dengan halnya kecantikan, keindahan, karena bisa jadi bagi sebagian orang telah
memandang seseorang sukses, namun sebagian orang masih mengatakan belum,
tergantung apa yang menjadi tolak ukurnya.
Kemudian, pintar
yang saya maksud disini adalah seseorang yang selalu mendapat nilai tinggi saat
bersekolah, peringkat atas, IP sempurna atau cumloud terbaik. Lalu hubungannya dengan judul yang saya sematkan
di atas bagaimana?. Kepandaian dalam berfikir bukan menjadi tolak ukur apakah
orang tersebut bisa sukses atau tidak, karena yang menentukan kesuksesan
seseorang adalah kerja keras, semangat, sikap pantang menyerah, ulet, teliti
dan sifat-sifat lain yang menjadi karakteristik seorang entrepreneur, dan satu
yang tak boleh dilupakan adalah sikap komitmen terhadap sesuatu. Karena banyak
sekali orang yang mempunyai kecerdasa intelektual (IQ) tinggi justru karirnya
terombang-ambing karena tidak memiliki sikap komitmen. Bukan berarti sikap
komitmen sama halnya dengan istilah saklek,
karena komitmen sifatnya dinamis mengikuti perkembangan situasi.
Dalam hidup ini kita
hanya perlu memilih satu atau dua profesi dalam satu disiplin ilmu, jadi disini
sikap komitmen sangat di perlukan, agar hasil yang kita capai lebih maksimal.
Hal itu memang kurang sesuai dengan kurikulum pendidikan di Indonesia yang
menjejali berbagai macam disiplin ilmu yang berupa teori, namun faktanya di
masyarakat kita, orang yang menguasai berbagai macam disiplin ilmu akhirnya
hanya memilih salah satu yang
menurutnya paling sesuai untuk di tekuni. Namun
itu memang berlaku untuk sebagian orang.
Kemudian apa lagi
yang kita butuhkan untuk menggapai kesuksesan?, ialah bakat, potensi, kemampuan
diri. Kebanyakan orang yang tidak maksimal dalam menjalani profesinya adalah
karena seseorang itu tidak mampu mengenali bakat dan potensi dalam dirinya, jadi
bisa di katakan nyasar, jika
profesinya tak sesuai dengan bakat yang ada pada diri orang tersebut.
Kita sebagai manusia
hidup dengan dibekali kemampuan dan bakat masing-masing oleh Sang Maha Pencipta,
jadi tinggal bagaimana seseorang itu menggalinya. Setelah di gali dan di
temukan, apa setelah itu hanya di biarkan saja?, tentu tidak, potensi dan bakat
tidak akan menjadi prestasi apabila di biarkan begitu saja, jadi perlu di pupuk
terus menerus agar tumbuh dan berkembang. Satu potensi yang dipupuk lebih baik
dari pada seribu potensi yang tidak di pupuk. Ok, sebagai gambaran akan saya
ceritakan mengenai seorang anak yang tidak terlalu bagus dalam prestasi
akademik, namun mampu meraih preastasi yang membawa pada titik kesuksesan.
Dulu sewaktu saya
SMP, guru saya bercerita, beliau pernah mempunya seorang murid yang sangat
(ma’af) bodoh, bahkan guru saya itu sering kali mengatai anak tersebut, dan
katakanlah sedikit meremehkan, hingga ujian pun anak tersebut tidak lulus,
namun kemudian guru saya mengatakan bahwa anak tersebut memiliki bakat yaitu
berdagang. Akhirnya setelah selesai sekolah anak tersebut mulai merintis
karirnya sebagai seorang pedagang. Dengan berbekal kerja keras, pantang menyerah,
komitmen tinggi dan melewati perjalanan panjang, akhirnya sampailah anak
tersebut pada titik kesuksesanya, dan sekarang ini anak tersebut sudah memiliki
rumah, mobil pribadi, dan berbagai fasilitas yang memadai. Jika di bandingkan
dengan guru saya, jelas guru saya sudah kalah saing.
Satu pelajaran yang
juga bisa kita ambil dari cerita di atas. Terkadang kita meremehkan
keterbatasan dalam diri seseorang, namun perlu di ingat, setiap kekurangan
pasti ada kelebihan, dan bisa jadi orang yang kita remehkan lebih baik dari
diri kita sendiri.
Ok, jadi
kesimpulannya, kesuksesan itu bisa di capai dengan berbagai cara, tidak hanya
mengandalkan IQ atau hitam di atas putih. Tapi sebuah pemikiran harus di
lanjutkan dengan tindakan yang menghasilakn karya/produk, tidak hanya ditulis
diatas kertas ulangan atau nilai rapot.
Jadi untuk para pelajar yang merasa memiliki nilai pas-pasan jangan
pantang menyerah, karena masih ada banyak cara menggapai kesuksesan salah
satunya degan cara mengenali bakat dan potensi kemudian memupuknya, berkomitmen
dan merealisasikannya dalam bentuk tindakan. Terakhir yang jauh lebih penting
dari segalanya adalah ketika kita ikhlas dengan apa yang dikehendaki Alloh
untuk diri kita. Karena apapun itu, pasti itulah yang terbaik untuk kita.
Wassalamu’alaikum wr
wb
0 komentar:
Posting Komentar