Bismillahirrahmaanirraahiim,,
Mengapa begitu mengharukan dan membuatku ingin selalu
kembali ke pangkuan bunda?
Bahkan baru beberapa baris kutorehkan tulisan ini, namun tak
bisa kubendung air mata ini.
Hari itu aku menerima telepon dari ibuku, beliau menanyakan
apakah aku jadi membeli sepeda baru? Deg! Jujur aku merasa cukup kaget, karena
waktu itu tak benar-benar serius membicarakan hal ini dengan orang tuaku. Tapi satu
hal ini memang pernah benar-benar melintas di pikiranku, bahkan aku menulisnya
di sticky notes dalam desktop latopku. Inilah dari sekian mimpi-mimpiku yang
dengan segala azzam akan kuperjuangkan untuk mendapatkannya. Namun rasanya
begitu aneh saat aku mendapatkannya secara Cuma-Cuma dan tanpa perjuagan sedikitpun, right?
Satu hal sesederhana ini tapi cukup mengusik pikiranku. Selama
ini aku memerlukan perjuangan khusus untuk mendapatkan segala sesuatunya. Bukan
hal yang aneh bukan saat orang tua mengabulkan permintaan apa yang kita mau,
tapi tidak bagiku kawan.
Jika kalian diposisiku, apa yang kalian rasakan? Bahagiakah?
Namun tidak bagiku. Justru aku merasa sangat sedih dan selalu ingin menangis,
tapi di sisi lain aku juga tak ingin menolak pemberian dari mereka. Sekali lagi
kawan, ini hal yang sangat sederhana, tapi membuatku berpikir berulang-ulang.
Saat dua tahun yang lalu orang tuaku juga membelikanku
sepeda motor, baru saja kemarin rasanya kawan, dan sekarang mereka hendak
membelikanku sepeda baru lagi untuk kemudahanku keliling kampus. Bukan, bukan
dari sudut pandang itu yang kumaksud. Sudah sekian lama aku tak ingin menuntut
apapun dari kedua orangtuaku, karena kusadari sudah seharusnya waktuku untuk
memberi.
Ketika aku berpikir, apa mereka cukup rejeki untuk memberi
itu, atau entah bagaimana keadaan mereka saat ini. Perlu diketahui bahwa
orangtuaku hanya seorang petani biasa, mereka telah sepuh dan tak cukup tenaga
untuk terus bekerja keras. Atau apakah meraka sengaja menyisihkan sebagian
rejeki mereka di tengah kesulitan yang sedang mereka hadapi, atau entahlah, aku
tak bisa membayangkan semua itu.
Lalu bagaimana dengan aku di sini, yang jauh di perantauan,
belum bisa belajar dengan baik. Belum bisa mengukir prestasi yang akan membuat
mereka bangga. Aku yang masih egois dengan diriku sendiri dan menyimpan sejuta
impian yang harus ku gapai untuk diriku sendiri.
Kalian tahu kawan, untuk sekedar memberimu hidup hingga saat
ini saja orang tua kalian telah menghabiskan lebih dari setengah rejeki mereka,
bahkan mereka hanya menyisakan sekian persen rejeki mereka untuk diri mereka
sendiri. Mereka hanya berharap untuk kebahagiaan kita, masa depan kita,
menjadikan diri kita menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi lingkungan
disekitar kita. Lalu pantaskah kita untuk lebih banyak menghabiskan waktu untuk
bermain? Membolos kuliah,atau bahkan malas latihan dan mengerjakan tugas? Padahal
orang tua kalian di sana sedang bekerja keras sepanjang hari dan merasakan
lelahnya di sisa waktu malam hari.
Setiap orang yang merasakan perantauan pasti akan merasakan
bagaimana rasanya rindu dengan orang tua. Merasakan perasaan cinta yang lebih
dalam dari biasanya,merindukan keadaan rumah dan selalu ingin kembali ke rumah.
“Catatan homesick” mungkin itu yang sedang kalian pikirkan,
namun tidak hanya itu. Ini menjadi sebuah perenungan bagi kita semua. Setiap keberhasilan
kita, kebahagiaan hidup yang kita rasakan, ada campur tangan dari kedua orang
tua kita. Ada doa-doa mereka yang diijabah. Maka setinggi apapun pendidikan
kita, jabatan kita, kedudukan dan pangkat kita,mungkin bahkan melebihi kedua
orang tua kita. Itu semua karena doa dan pengorbanan orang tua kita. Jangan
merasa sombong atau lebih dibanding orang tua kita. Walau bagaimanapun
kedudukan orang tua adalah lebih dari kita.
Catatan cinta,,
Catatan rindu,,
Berjanjilah untuk lebih baik dan berusaha untuk menjadi yang
terbaik.
Sepeda baru? Ah bahkan hal sesederhana ini masih perlu
kupertimbangkan. Really? Lalu bagaimana dengan kalian yang mungkin juga
mengalami hal sepertiku? Bahagia? Senang? Sedih? Biasa saja? Atau berpikir
lebih jauh?
Haha, hanya catatan diakhir bulan, menjelang akhir semester.
Dan mempersiapkan diri untuk bekerja keras memberi kado istimewa untuk orang
tua tercinta, right?

