“Tua
itu pasti, tapi dewasa itu pilihan”
Sebuah tulisan yang saya temukan ketika membaca salah satu
artikel yang diposting oleh salah satu author member artincle. Sebenernya sih
saat itu hanya sekedar iseng membandingkan artikel motivasi yang saya tulis
dengan member yang lain, tapi saat itu juga saya merasa mendapat ilham yang
menjawab segala pertanyaan saya akhir-akhir ini. Lebih tepatnya bantahan untuk
orang-orang yang menganggap bahwa itu selalu bergantung pada umur.
Akhir-akhir
ini saya memang sering terkena gangguan telinga yang awalnya hanya saya anggap
sebagai angin lalu tapi lama kelamaan gangguan itu mulai menjalar ke otak dan mengobrak-abrik
apa yang ada di dalamnya. Seseorang, sebut saja si A sering kali “menasihati”
saya begini : “Kamu kalo milih calon suami yang sudah tua paling ngga jarak
usianya 10 tahun karena biasanya laki-laki yang tua itu lebih eman sama
istrinya dan juga lebih dewasa”. Glek! Bahkan seringkali saya “ditawari” beberapa
sembarang laki-laki usia hampir 30-an yang menurut si A ini laki-laki yang
ideal (OMG hellowwww…gwe masih di bawah umur keles). Tidak hanya sekali dua
kali si A ini nyerocos masalah begituan “Jangan suka memilih laki-laki yang hanya
seumuran, mereka cenderung kekanak-kanakkan dan tidak bisa ngemong (membimbing)”.
Perlu dikehatui
ya girls,, terkadang kita memang sering kali memandang suatu permasalahan
dengan mata yang tertutup sebelah. Tua itu memang jaminan umur tapi dewasa itu
adalah pilihan masing-masing individu. Alloh telah menyiapkan sebuah kelas
akselerasi kedewasaan. Yang mana hanya orang-orang tertentu yang berkesempatan
untuk mencicipinya. Mengapa demikian? Karena kelas yang satu ini paling sulit
dimasuki oleh sembarang orang. Kelas ini penuh dengan cobaan, ujian, hambatan,
dan rintangan yang menjadi mata pelajaran utama untuk membangun kedewasaan pada
diri siswa-siswinya.
Sebenarnya
bukan terlalu sulit memasuki kelas ini, karena secara tidak sadar sebenarnya Alloh
selalu menawarkan kesempatan itu untuk kita, tapi tergantung kita mampu atau
tidak menyerap “pelajaran” yang Alloh
berikan dengan baik. Seberapa mampunya kita menghadapi ujian-ujian yang Alloh
berikan. Jika kita mampu menghadapinya maka itulah yang menjadikan kita semakin
dewasa. Intinya, dewasa itu adalah bagaimana seseorang memandang suatu
permasalahan.
Pernah pula
kan kita menjumpai laki-laki tua tetapi masih suka bersikap kekanak-kanakkan
dan merasa dirinya masih muda. Sehingga ia menggunakan waktunya hanya untuk
berhura-hura. So, itu membuktikan bahwa tua itu bukan jaminan sama sekali.
Kembali
lagi ke penuturan si A yang bisa kita hubungkan dengan paragraf sebelumnya. Saya kurang sependapat dengan
penuturan si A, karena menurut saya laki-laki dewasa dan bisa membimbing
istrinya itu…
1.
Baik akhlaknya
2.
Cukup ilmunya
3.
Besar rasa tanggung jawabnya
4.
Lelaki sholih yang taat kepada Alloh SWT
So, umur itu sama sekali bukan jaminan untuk
menentukan kedewasaan seseorang, sip! Sependapat?
0 komentar:
Posting Komentar