Senin, 14 Juli 2014

Share A Story



Assalamu’alaikum sahabat…kembali lagi bersua dengan si peri pemilik pena berwarna pink J jiaaaaah. Salam manis untuk Akhi dan Ukhti semuanya khususnya untuk sahabat Pelangi (yang mungkin gak pernah mampir ke sini #miris L). Untuk sahabat Al-Hida yang sudah sangat berjasa menampungku selama 10 hari aku di Jogja. Tak lupa juga dengan sahabat Al-Barokah, sahabat baruku yang akhir-akhir ini sering aku rusuhin karena keterbatasan pengalaman, dari kalian semua aku banyak belajar arti kehidupan. Gomawo….

Sekian lama tak mengunjungi rumah keduaku ini, rasa rindu yang tak tertahankan, tapi demi mengejar sebuah ambisi aku berhijrah untuk sementara waktu.

Apa alasanku tak menulis untuk beberapa bulan ini?

Pertama, si peri pemilik pena berwarna pink ini harus meghadapi Ujian nasional yang menurut sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang sangat menegangkan…menakutkan, tak terkecuali denganku. Sedikit curcol yes….hari kedua UN aku menguras air mataku habis-habisan karena sebuah kesalahan fatal, tepatnya salah melihat jadwal :D tapi seseorang telah menguatkanku. Seseorang telah menyiapkan pundaknya untuk tempatku bersandar…tempatku menitikkan air mata.
                “bismillah saja, percaya futi pasti bisa…perbanyak do’anya dan kuatkan tawakalnya” begitu kata beliau. Sebuah kata yang tak bisa kulupakan, dan…kata-kata itu yang akan kujadikan motivasi dalam menjalani ujian hidup yang akan lebih berat nantinya.

Jujur, sebenernya tidak terlalu berpengaruh, alasan yang terlalu klise untukku vakum menulis hanya karena akan menghadapi UN. Buktinya masih tetap rutin menonton film korea :D

Kedua, persiapan SBMPTN.

Kesimpulan…semua alasan klise!! Bagi seorang penulis. Ide adalah makanan harian mereka, imajinasi adalah dahaga bagi mereka, dan pena adalah nafas kehidupan bagi mereka. Sedetik mereka tak memegang pena, terasa sesak dada mereka. Lalu bagaimana denganku? Yang masih bisa tertawa saat ujung penaku tumpul? Masihkan patut di sebut sebagai seorang penulis? Entahlah….

“Jika dihadapkan kepadaku dua orang penulis, yang pertama berbakat namun tidak gigih dan ulet, sedangkan yang satunya tak memiliki bakat tapi memiliki sikap gigih dan ulet maka aku tentu memilih yang kedua, karena bakat tanpa kegigihan dan keuletan tak akan menghasilkan apapun”

Oke fix, si peri pemilik pena berwarna pink ini juga berhak untuk mengajukan pembelaan bukan?

“80% pekeraan penulis adalah membaca”

So, waktu yang terlewatkan tidaklah sia-sia jika digunakan untuk membaca hal yang bermanfaat. Paling tidak untuk bisa menciptakan satu buku maka harus membaca empat buku terlebih dahulu…cukup? Tidak cukup bagi orang yang haus akan ilmu J

Marhaban ya Ramadhan….

Setahun sudah aku membangun tempat tinggalku yang kedua ini dengan susah payah. Menghiasinya dengan berbagai desain…dan menyediakan sajian untuk sahabat semua….Barokalloh.

Sebenarnya tak ada yang ingin dibahas di sini, tapi hanya ingin bercerita berbagai pengalaman selama ini….ingin mengutip sedikit motivasi di buku catatan harian, tapi di bagian akhir saja ya…

Di atas aku sudah menyinggung seseorang yang telah menyiapkan pundaknya untukku bersandar dan tempatku menitikkan air mata, dan beliau jugalah yang mengajariku dan sahabat pelangi tentang beberapa hal. Beliau seorang Murobbiyah yang dicintai mutarobbinya. beliau seorang Ummi yang dicintai anaknya.
“Segala sesuatu harus direncanakan dari awal, jangan apa-apa nunggu nanti, telat! Makanya dari sekarang harus mulai belajar jadi Ummi…”

Ammah? Bagiku dan beberapa sahabat kedengarannya gak ngeh gitu. Bahkan 2 tahun yang lalu beliau pernah bertanya kepadaku
“Futi target menikah mau berapa tahun lagi?” pertanyaan yang sulit di jawab untuk seorang anak SMA yang baru memakai seragam putih abu-abu selama satu tahun. Tapi ujungnya pasti kembali ke nasihat beliau yang pertama.

2 tahun yang lalu beliau juga pernah memaksaku dan sahabat untuk membuat plaining sampai 10 tahun yang akan datang. Dulu sih masih belum ngeh…tapi sekarang mulai terpikir….

Beliau juga sering memaksaku dan sahabat untuk melakukan sebuah amal yang terkadang bagiku dan teman-teman sulit untuk dilaksanakan, memforsir kami dengan berbagai target amalan harian yang berat, tapi kini….masih berat juga…berat bagi kami melewatkan hari tanpa amalan-amalan tersebut.

So, sekecil apapun perbuatan kita membutuhkan perencanaan yang matang, tidak harus menunggu nanti…karena perencanaan yang matang akan membuahkan hasil yang maksimal, jangan sampai menyesal di akhir yes…

Mungkin Cuma secuil pesan yang bisa diambil dari tulisan panjang yang membosankan di atas. Sekedar meluangkan waktu di tengah kesibukan, di antara lelah…mengunjungi rumah keduaku yang bernuansa pink 
ini, dan akhir perjumpaan kupersembahkan sebuah lirik lagu kesukaanku.

Kita sadar ingin bersama..
Tapi tak bisa apa-apa…
Terasa bahagia bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
(Sepatu-tulus)
Sampai di sini yes..kita harus berpisah.

Just motivation
*Optimis itu adalah sikap mengakui dan percaya kepada Alloh
*Pesimis itu adalah sikap bagi orang-orang yang tidak percaya akan kekuasaan Alloh
Karena sesuatu yang mustahil bisa terjadi atas kehendak Alloh (31/05/2014)

Wassalamu’alaikumsalam wr.wb



0 komentar:

Posting Komentar