If you can’t write in this time, you must read more now…
Writing in might night make my mind so fresh, because I can’t
sleeping before get one a writing…
Pernah kalian
melihat seorang anak kecil memegang sebuah gadget canggih dan dengan mudahnya
memainkan jari-jarinya pada benda tersebut?
Yeah,
beberapa waktu lalu saya rada terkejut melihat keponakan yang baru berusia 2
tahun tengah memainkan tabletnya tanpa bantuan orang tua. Hal itu mengundang
penasaran dan secara diam-diam saya
mengamati setiap gerakan jari-jarinya, dan perfect! Tingkahnya seperti orang
dewasa yang sudah mahir saja mengoperasikan benda-benda semacam itu.
Dari situ
saya mulai berfikir, mengapa begitu mudah seorang anak kecil mempelajari
hal-hal rumit ketimbang orang tua yang mempelajari hal-hal simple. Jawabannya adalah
fokus!!!
Seringkali
kita merasa sulit mempelajari sesuatu dimana kendala utamanya adalah lupa. Tidak
ada alasan untuk lupa jika kita benar-benar memfokuskan pikiran kita pada hal
yang sedang kita pelajari.
Coba kita
kuras lebih dalam. Itulah mengapa orang tua mengalami proses belajar lebih
sulit ketimbang anak-anak, karena mereka seringkali kehilangan fokus. Mengapa sering
kehilangan fokus? Karena banyaknya hal yang melilit di pikiran mereka,
permasalahan yang begitu kompleks sehingga sering mengalihkan fokus. Di sinilah
yang menjadi penghambat bagi proses belajar. Berbeda dengan anak-anak yang
belum memikirkanhal-hal rumit dan problem keseharian sehingga mereka cenderung
lebih fokus dan mudah menyerap informasi.
Alasan kedua
yaitu keragu-raguan. Dan rasa tidak percaya diri. Semua orang pastinya pernah
mengalami masa kanak-kanak yang mana saat itu sedang hobi dengan yang namanya belajar.
Masih ingat sewaktu kita belajar berjalan? Masih ingat berapa kali kita
terjatuh? Dan masih ingat pulakah berapa kali kita bangkit? Hingga akhirnya
kita bisa! Subhanalloh bisakah kita menerapkan cara itu untuk menghadapi setiap
persoalan hidup kita saat ini? Jatuh, bangkit, jatuh lagi, bangkit lagi, hingga
akhirnya kita bisa!!!
Seorang
anak kecil akan terus belajar tanpa mengenal risiko. Pikiran mereka hanya akan
fokus pada tujuan mereka. Berbeda dengan kebanyakan kita yang terlalu banyak
menimbang sehingga kurang fokus dengan apa yang ingin kita pelajari. Hal itu
lah yang menghambat proses belajar kita. Takut salah, takut malu, takut terlihat
bodoh, dsb.
Ketahuilah,
sesungguhnya kita memiliki potensi yang sangat luar biasa apalagi bagian otak
kita yang kapasitasnya mencapai 30-70 trilliun giga. Tapi kebanyakan orang baru
menggunakan sekitar 4% dan ilmuan-ilmuan seperti Albert Einstein sampai 8%. Dengan
presentase yang hanya sebegitu kecilnya saja manusia bisa membangun peradaban
dunia modern seperti saa ini dan kemajuan di bidang tekhnologi dan ilmu
pengetahuan, apalagi jika dioptimalkan kemampuannya, bayangpun!
Cobalah
dari anak-anak kita bisa belajar banyak hal. Tak ada salahnya jika kita meniru
cara belajar mereka, fokus dan percaya diri.
And then,,become a winner from your self!!

0 komentar:
Posting Komentar