Senin, 01 September 2014

Belajar dari Anak-Anak




If you can’t write in this time, you must read more now…
Writing in might night make my mind so fresh, because I can’t sleeping before get one a writing…



                Pernah kalian melihat seorang anak kecil memegang sebuah gadget canggih dan dengan mudahnya memainkan jari-jarinya pada benda tersebut?
                 
Yeah, beberapa waktu lalu saya rada terkejut melihat keponakan yang baru berusia 2 tahun tengah memainkan tabletnya tanpa bantuan orang tua. Hal itu mengundang penasaran  dan secara diam-diam saya mengamati setiap gerakan jari-jarinya, dan perfect! Tingkahnya seperti orang dewasa yang sudah mahir saja mengoperasikan benda-benda semacam itu.
                 
Dari situ saya mulai berfikir, mengapa begitu mudah seorang anak kecil mempelajari hal-hal rumit ketimbang orang tua yang mempelajari hal-hal simple. Jawabannya adalah fokus!!!
               
 Seringkali kita merasa sulit mempelajari sesuatu dimana kendala utamanya adalah lupa. Tidak ada alasan untuk lupa jika kita benar-benar memfokuskan pikiran kita pada hal yang sedang kita pelajari.
                
 Coba kita kuras lebih dalam. Itulah mengapa orang tua mengalami proses belajar lebih sulit ketimbang anak-anak, karena mereka seringkali kehilangan fokus. Mengapa sering kehilangan fokus? Karena banyaknya hal yang melilit di pikiran mereka, permasalahan yang begitu kompleks sehingga sering mengalihkan fokus. Di sinilah yang menjadi penghambat bagi proses belajar. Berbeda dengan anak-anak yang belum memikirkanhal-hal rumit dan problem keseharian sehingga mereka cenderung lebih fokus dan mudah menyerap informasi.
                 
Alasan kedua yaitu keragu-raguan. Dan rasa tidak percaya diri. Semua orang pastinya pernah mengalami masa kanak-kanak yang mana saat itu sedang hobi dengan yang namanya belajar. Masih ingat sewaktu kita belajar berjalan? Masih ingat berapa kali kita terjatuh? Dan masih ingat pulakah berapa kali kita bangkit? Hingga akhirnya kita bisa! Subhanalloh bisakah kita menerapkan cara itu untuk menghadapi setiap persoalan hidup kita saat ini? Jatuh, bangkit, jatuh lagi, bangkit lagi, hingga akhirnya kita bisa!!!
                 
Seorang anak kecil akan terus belajar tanpa mengenal risiko. Pikiran mereka hanya akan fokus pada tujuan mereka. Berbeda dengan kebanyakan kita yang terlalu banyak menimbang sehingga kurang fokus dengan apa yang ingin kita pelajari. Hal itu lah yang menghambat proses belajar kita. Takut salah, takut malu, takut terlihat bodoh, dsb.
                 
Ketahuilah, sesungguhnya kita memiliki potensi yang sangat luar biasa apalagi bagian otak kita yang kapasitasnya mencapai 30-70 trilliun giga. Tapi kebanyakan orang baru menggunakan sekitar 4% dan ilmuan-ilmuan seperti Albert Einstein sampai 8%. Dengan presentase yang hanya sebegitu kecilnya saja manusia bisa membangun peradaban dunia modern seperti saa ini dan kemajuan di bidang tekhnologi dan ilmu pengetahuan, apalagi jika dioptimalkan kemampuannya, bayangpun!
                 
Cobalah dari anak-anak kita bisa belajar banyak hal. Tak ada salahnya jika kita meniru cara belajar mereka, fokus dan percaya diri.
                   And then,,become a winner from your self!!

0 komentar:

Posting Komentar