Senin, 07 Desember 2015

What's wrong?

Assalamu'alaikum wr wb

                Hari itu suasana kelas terasa begitu panas dan menegangkan. Dosenku marah besar akibat ulah sebagian mahasiswanya yang katakanlah ‘kurang bertanggungjawab’ terhadap dirinya sendiri. Aku yang datang terlambat. Bukan masalah itu, bahkan aku tidak include ke dalam sekumpulan mahasiswa tersebut. Dan, entahlah bahkan aku tak sedikitpun punya keberanian untuk angkat bicara sekedar membela anak-anakku, atau mungkin aku tak mau berurusan dengan dosen tersebut , atau mungkin aku tak peduli urusan kelas, yang terpenting aku belajar dengan baik dan hanya care dengan urusan organisasi atau hal semacam apalah itu. 

                Minggu lalu Hima EDSA mengadakan acara English week, pada hari itu jadwal cake decoration, dan setiap kelas mengirimkan perwakilannya sebanyak 3 orang. 3 orang tersebut memang memberikan surat izin, namun sebagian besar yang lain membolos, bahkan hanya ada 4 orang anak yang masuk kelas including me of course.  Luar biasa beliau mengomel dan marah besar. Sebagai mahasiswa kami hanya berfikir bahwa membolos adalah hal yang biasa, bahkan kami diberi kesempatan membolos sebanyak 4 kali. Tak bisa dipungkiri bahwa kata-kata beliau memang menyakitkan, sikapnya yang kurang dewasa hingga mengusir anak-anak tersebut dari kelas di minggu selanjutnya, bahka beliau tak mau kami temui untuk sekedar meminta maaf, namun ada satu hal yang membuatku tercengang dengan apa yang beliau katakana “Orang tua kalian sudah mempercayakan kepada kalian bahwa kalian akan kuliah, belajar dengan baik, tapi kenyataannya kalian malah membolos dan duduk-duduk di luar sana. Lalu pikirkan pula anak-anak di luar sana yang tidak bisa kuliah karena kalian diterima di universitas ini”

                Right!! Setiap takdir, setiap karunia yang Alloh berikan kepada kita adalah amanah. Sudah seharusnya kita bersyukur dan menjalankan amanah itu dengan baik. Rajin mengikuti kelas merupakan salah satu bukti bahwa kita sungguh-sungguh untuk belajar, minimal itu saja dan outputnya pun harus sesuai. Ingat ya guys, kita di sini yang hanya duudk manis menimba ilmu, di sana ada tangan-tangan yang bekerja keras demi masa depan kita, demi kebahagiaan kita, mereka adalah orang tua kita. Jika kalian belum bisa menjalankan amanah ini karena Alloh, maka setidaknya pikirkankah tentang orang tua kalian, maka kalian akan menemukan betapa kuasanya Alloh menaruh kasih sayang pada hati kedua orang tua kita sehingga kita bisa merasakan semua kebahagiaan ini.

0 komentar:

Posting Komentar