Assalamu'alaikum wr wb
Hari
itu suasana kelas terasa begitu panas dan menegangkan. Dosenku marah besar
akibat ulah sebagian mahasiswanya yang katakanlah ‘kurang bertanggungjawab’
terhadap dirinya sendiri. Aku yang datang terlambat. Bukan masalah itu, bahkan
aku tidak include ke dalam sekumpulan mahasiswa tersebut. Dan, entahlah bahkan
aku tak sedikitpun punya keberanian untuk angkat bicara sekedar membela
anak-anakku, atau mungkin aku tak mau berurusan dengan dosen tersebut , atau
mungkin aku tak peduli urusan kelas, yang terpenting aku belajar dengan baik
dan hanya care dengan urusan organisasi atau hal semacam apalah itu.
Minggu
lalu Hima EDSA mengadakan acara English week, pada hari itu jadwal cake
decoration, dan setiap kelas mengirimkan perwakilannya sebanyak 3 orang. 3
orang tersebut memang memberikan surat izin, namun sebagian besar yang lain
membolos, bahkan hanya ada 4 orang anak yang masuk kelas including me of
course. Luar biasa beliau mengomel dan
marah besar. Sebagai mahasiswa kami hanya berfikir bahwa membolos adalah hal
yang biasa, bahkan kami diberi kesempatan membolos sebanyak 4 kali. Tak bisa
dipungkiri bahwa kata-kata beliau memang menyakitkan, sikapnya yang kurang
dewasa hingga mengusir anak-anak tersebut dari kelas di minggu selanjutnya,
bahka beliau tak mau kami temui untuk sekedar meminta maaf, namun ada satu hal
yang membuatku tercengang dengan apa yang beliau katakana “Orang tua kalian
sudah mempercayakan kepada kalian bahwa kalian akan kuliah, belajar dengan
baik, tapi kenyataannya kalian malah membolos dan duduk-duduk di luar sana.
Lalu pikirkan pula anak-anak di luar sana yang tidak bisa kuliah karena kalian
diterima di universitas ini”
Right!!
Setiap takdir, setiap karunia yang Alloh berikan kepada kita adalah amanah.
Sudah seharusnya kita bersyukur dan menjalankan amanah itu dengan baik. Rajin
mengikuti kelas merupakan salah satu bukti bahwa kita sungguh-sungguh untuk
belajar, minimal itu saja dan outputnya pun harus sesuai. Ingat ya guys, kita
di sini yang hanya duudk manis menimba ilmu, di sana ada tangan-tangan yang
bekerja keras demi masa depan kita, demi kebahagiaan kita, mereka adalah orang
tua kita. Jika kalian belum bisa menjalankan amanah ini karena Alloh, maka
setidaknya pikirkankah tentang orang tua kalian, maka kalian akan menemukan
betapa kuasanya Alloh menaruh kasih sayang pada hati kedua orang tua kita
sehingga kita bisa merasakan semua kebahagiaan ini.
0 komentar:
Posting Komentar