Assalamu’alaikum wr wb sahabat,, telah sekian lama peri pink
ini tidak menyapa sahabat. Dalam ruang dan waktu yang berbeda, dengan aktivitas
yang pastinya berbeda. Jauh lebih sibuk dari sebelumnya. Namun selalu ada yang kurindukan,
kembali pada fitrahku, dunia tulis menulis dan menyapa kalian semua. Setelah
bermetamorfosis, melalui jalan takdir dan tempaan hidup kini peri pink hadir
dalam bentuk yang berbeda, lebih fresh tentunya dan semangat yang kian menjadi.
Kenapa? Tiba-tiba seorang peri pink yang dulunya sama sekali
ga peduli dengan style, menyinggung tentang kata cantik. Ya meskipun diakui tak
diakui peri pink ini lumayan feminim, tapi sama sekali tak pernah memikirkan
masalalah bau badan atau tampilan wajah. What’s going on?
Sahabat pernah mendengar sebuah hadist yang menjelaskan
bahwa seorang perempuan yang melalui sekumpulan laki-laki kemudian tercium bau
wanginya, maka ia di adalah seoarng pezina. Hadist itu memerangkan tentang
dilarangnya bertabarruj atau memamerkan kecantikan. Karena wanita hanya boleh
berhias untuk suaminya seorang.
Nah, itulah motivasi saya untuk cuek dengan segala yang
berbau kecantikan atau fashion, padahal bukankah Alloh mencintai keindahan dan
kecantikan? Disinilah persepsi seorang perempuan dilimbungkan.
Peri pink baru menyadari bahwa seorang akhwat adalah figure
yang akan menjadi sorotan ketika ia berjalan melewati sekerumunan manusia.
Bahkan celanya yang sedikit saja akan menjadi begitu kentara dimata manusia
lain dibanding ‘perempuan biasa’ yang dianggap terang-terangan memperlihatkan
celanya.
Nah bagaimana pencitraan seorang akhwat di masyarakat? Sosok
yang tentunya anggun dan solihah namun di sisi lain terlihat kucel dan dekil,
right? Adakah hubungannya dengan hadist di atas? Bagi diri peri pink sendiri
mungkin sedikit meyinggung, tapi perkara kebersihan lebih sering karena
masing-masing karakter individu.
Bahkan ada sebuah cerita tentang seorang perempuan yang
sangat aktif dalam mensyiarkan islam dalam berbagai hal, namun ada masalah
dengan jilbabnya yang masih terlihat belum syar’I, ketika dia ditanyai apakah
engkau tidak ingin memperlebar jilbabnya hingga sempurna menutupi bagian yang
seharusnya dan syar’I, seperti para akhwat? jawabannya simple “ga mau, karena
akhwat bau” what the ___ !!! hanya karena alasan sesimple itu membuat si
perempuan mempertimbangkan untuk berhijab layaknya seorang akhwat.
Sahabat, begitu buruknyakah citra seorang akhwat di kalangan
manusia dalam hal kebersihan? Bahkan ada seorang teman peri pink yang mukenanya
tidak pernah dicuci sama sekali hingga mengganggu konsentrasi saat sholat
berjamaah dengan dirinya, padahal dia sangat rajin sholat fardhu maupun sunah,
tilawah, dan amalan-amalan ruhiyah lainnya, namun sayang sekali jika casingnya
saat menghadap sang kholik kurang diperhatikan.
So, apa kesimpulannya? Tak perlu tampil berlebihan saat
keluar rumah, namun keep clean and beautiful. Tingkatkan citra seorang akhwat
untuk lebih baik, agar sahabat di luar sana yang belum mau menjadi seorang
‘akhwat’ tak lagi menimbang-nimbang masalah pencitraan. Tetap ingat bahwa orang
disekitar kita butuh kenyamanan saat dekat dengan kita, tidak hanya Karena
takut dianggap tabarruj pada lawan jenis. Bagi peri pink, wanita yang tangguh,
tegas, berwibawa, namun stay soft and beautiful akan lebih dihargai di mata
laki-laki. Jangan takut ya guys untuk menjadi lebih baik, tingkatkan citra
seorang akhwat bahwa ia juga cantik namun tetap menjalankan syari’at yang telah
ditentukan oleh sang pencipta. Sahabat, karena kalian itu istimewa.
0 komentar:
Posting Komentar