Assalamu’alaikum wr wb
Bagaimana kabar iman teman sekalian?
Alhamdulillah J,
luar biasa… allohuakbar yes yes yes!!
Itu dia dulu yel yel anak remaja masjid SMA N 1 SIDAREJA,,
subhanalloh betapa indah dan berkesannya masa itu di rasakan oleh peri pemilik pena
berwarna pink ini. salam semoga selalu untukmu wahai sahabat-sahabatku, kafilah
pelangi yang amat kurindukan dan adik-adik REMAS generasiku selanjutnya.
Peri pink di sini sebenarnya sedikit bingung mau menulis
apa,, karena segalanya ingin ku tulis namun ruang waktu dan fasilitas yang
cukup membatasi. Sambil menunggu courier saya balik kantor. Sebenarnya sudah
lewat dari jam kerjaku. Ketika ku lirik jam menunjukan pukul 6 sore, waw
berarti sudah satu jam saya menunggu si dia J
tapi begitulah hubungan finance dan courier tak bisa di putus seperti tali yang
terus berkait. Tapi biarlah, meski pulang malam tak masalah, toh hanya
menyebrang jalan sampai di tempat tinggal saya. Ternyata kost itu lebih irit
waktu dan biaya, haha.
Oke dear, kalian pernah merasakan yang namanya rindu? Rindu
kepada seseorang atau sesuatu? Bukankah rasa rindu itu ada setelah seseorang
atau sesuatu yang biasa bersama kita telah tak ada atau jauh dari kita?
Oh, rindu kenapa datang saat sesuatu itu telah pergi dari
kita, bukan saat sesuatu itu dekat dengan kita?
Oh jelas, tapi bukannya kalian pernah dengar juga kalau
seorang suami selalu berkata “aku rindu engkau” kepada istrinya yang senantiasa
di sampinya?
‘Rindu’ satu kata yang misterius
Ya, oke baru peri pink akui kebenaran itu saat aku
benar-benar mengalami hal yang di sebut rindu. Rindu kepada ibuku yang terutama
selalu membuat air mataku meleleh saat duduk di di depan computer dan sejuta
pekerjaan di pagi hari. Oh dear padahal setiap seminggu sekali aku menelpon
beliau, meski tak ada obrolan yang berarti atau seperti dulu saat kita masih
bersama. Tapi beliau juga yang meminta untuk sering telepon untuk sekedar
mendengar suaraku. Mungkin begitu juga dengan kalian yang saat ini jauh dari
ibu bukan?
Dan lagi sahabat kafilah pelangi yang dulu selalu bersama
berjuang di jalan Alloh, saling menguatkan dan memberi motivasi untuk meraih
mimpi dan harapan. Betapa saya merindukan mereka hanya saya, Alloh dan kalian
yang tahu. Meski tak pernah atau bahkan jarang menghubungi mereka tapi sejujurnya
aku selalu mengingat mereka dalam doa robitahku.
Me, orang yang dari kecil sudah punya bakat alami merekam
suasana melalui sebuah lagu hingga saat ini. sebagai solusi untuk memperkuat
atau mengobati kerinduan itu aku biasa mendengarkan lagu-lagu yang dulu sering
ku putar bersama mereka yang kini jauh di mata, namun dekat di hati J
Oke dear, saya menulis ini bukan Karena apa-apa, namun hanya
sedikit berbagi, bahwa sesuatu yang saat ini kalian anggap tak berarti akan
sangat kalian rindukan saat sesuatu itu tak lagi bersama kalian, makan
hargailah setiap detik yang sedang kalian jalani, walau itu pahit namun akan
menjadi kenangan manis yang ingin kalian ulang kembali. Seperti aku yang dulu
selalu mengeluh ingin meninggalkan desa kelahiranku Karena sering di sebut desa
yang tak hidup dan tak mati tapi begitu aku meninggalkannya begitu jauh, aku justru selalu bermimpi akan
kuningnya padi di musim panen, pohon pisang yang melambai di halaman rumah,
kamar bernuansa pink-ku, dan air jernih yang mengalir di parit tepi jalan,,
jalan yang berkerikil dan tak kujumpai di sini.
Cukup peri pink berbagi dengan kalian yang mau berkunjung di
rumah sederhanaku ini, thanks dan ingat selalu bahwa rasa rindu itu akan
tiba-tiba muncul saat kalian yang biasa hadir tak menyapaku lagi :D
Salam rindu
Peri pink
Peri pink
Wassalamu’alaikum wr wb
0 komentar:
Posting Komentar