Kamis, 15 September 2016

Memiliki Kalian, Anugerah


Bismillahirrahmaanirrahiim.



“Dek, sebentar lagi kamu punya adek” seperti guntur yang menyambar. Lembut tapi meluluh lantahkan.

Ini bukan pertama kalinya saya punya adek, atau istilahnya adek tingkat. Dari tahun ke tahun saya selalu punya adek baru, tapi tentunya baru ngeh saat SMP dan SMA, dulu pertama kalinya punya adek, jadi senior di sekolah, mengajari mereka, ya begitulah. Saat SMA pun demikian, namun mulai merasa lebih menjadi panutan, memberi contoh. Yang paling berat terasa adalah saat di kampus, entah mengapa begitu, seperti ada beban berat yang harus dipikul. Entah, mungkin selama ini saya ga menyadari bahwa saya juga telah membelajarkan adek” saya dengan sikap saya, secara tidak langsung atau seperti apa, tp rasanya ketika harus terjun ke dalam suatu lingkaran dan dengan gamblang membelajarkan adek” saya itu rasanya,,,,

Bukan saya keberatan, bukan saya tidak mau. Bagaimana saya tidak merasa bahagia dengan kehadiran adek”, saya bahagia, bahkan sangat bahagia, hingga saya sering menangis haru. Saya memikirkan bagaimana saya harus bersikap, bagaimana harus memperlakukan kalian. Satu hal yang orang tidak tahu tentang itu bahwa saya selalu berpikir dan berpikir lebih keras dari saya memikirkan kuliah.

Selalu ada rasa takut, takut sungguh. Ketika saya diminta membersamai adek” saat religius input, simamoru, bahkan tak pernah luput air mata saya tumpah. Bingung, haru, bahagia, semua rasa ada. Bahkan saya tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan. Satu hal bahwa saya sangat bahagia.

Dek, Alloh itu sudah merencanakan semuanya, dari awal perjumpaan kita, dengan menakdirkan saya di KSK, memegang akun FB ospek FBS, dalam ketakutan, dalam kecemasan, dalam kegalauan mengamban tugas pertama yang menjadi jembatan untuk mengenal kalian. Setiap kebingungan, setiap pertanyaan, setiap kegalauan kalian yang menghiasi hari-hariku, bahagia dek, sungguh. Jika banyak orang bilang kalau itu melelahkan, membosankan, tapi tidak bagi saya, saya bahagia meluangkan sebagian besar waktu saya untuk kalian.

Kehadiran kalian adek-adekku, yang membuatku bukan lagi sekedar adik, yang membuatku bukan lagi seorang yang harus bermanja. Iya dulu saya begitu, tapi tidak sekarang. Kalian yang membelajarkan saya, bukan saya yang membelajarkan kalian. Saya dibelajarkan bagaimana harus membina, mengayomi, mengasihi, semuanya dek, sifat” seorang kakak.
“Kamu pasti siap, kan calon murobbiyah”
Makanan apa itu?? Alloh, jika saja bukan amanah dari Engkau, tentu aku enggan tuk mengembannya. Jika bukan karena rasa cinta saya terhadap adek-adek, tentu saya lebih memilih menghabiskan waktu saya di kamar.
Iya dek, kalian alasan saya kembali menjadi diri saya. Diri saya yang dulu sempat ada. Saya lelah menjadi orang lain, saya lelah berpura-pura menjadi diri yang berbeda untuk kakak-kakak saya. Iya sekarang saya seorang kakak, mungkin juga akan ada Futy Futy baru yang menyebalkan, menjengkelkan, dan kekanak-kanakan.  


Flashback ke belakang, bagaimana saya menjalani hidup saya, hari-hari saya, dengan lingkungan yang sangat berbeda dari masa ke masa. Menjadi diri yang berbeda disetiap momennya. Bagaimana orang lain memandangku dengan sudut yang berbeda. Tapi itulah saya. Yang pasti saya memiliki stok cinta yang tiada habisnya untuk kakak-kakak dan adek-adek saya. Kalian anugerah yang Alloh titipkan untuk mengisi ruang di sudut terdalam ini.



6 komentar:

Cassia Wiyana mengatakan...

Waaa.... Love you always Mbak Futyy.. luv luvv~
We learn together~

Cassia Wiyana mengatakan...

Waaa.... Love you always Mbak Futyy.. luv luvv~
We learn together~

Unknown mengatakan...

sayang dedek juga :)

ICHA AILA AISHARA mengatakan...

<3 Mbak futy the best lah!

ICHA AILA AISHARA mengatakan...

<3 Mbak futy the best lah!

Unknown mengatakan...

ih kalian pada ngintip ternyata, malu deh jadinya

Posting Komentar