Aku bukan seorang motivator, tapi setidaknya aku punya mimpi
dan punya cita-cita. Dengan situasi yang sedang kuhadapi, maka aku memotivasi
diriku sendiri agar aku menjadi wanita yang kuat dan ptimis dalam menggapai
mimpi
Dan inilah potongan-potongan mozaik hidupku yang sempat
kutulis di tahun 2015, semoga juga bisa memotivasi siapapun yang membaca postingan
ini.
Beranilah bermimpi, karena mimpi adalah harapan,
dan harapan yang kan mengantar kita pada kesuksesan –Sepanjang Jalan Raya Bogor—
Indahnya berjuang, karena pada saatnya nanti
kita kan menuai kemenangan –Sepanjang Jalan Raya Bogor—
Sejarah tak mencatat pecundang bahkan, walaupun
bumi melahirkannya (Asma Nadia dalam novel Assalamu’alaikum Beijing) –
Cijanting, Jakarta Timur—
Seperti tembikar, ketika ia diinginkan menjadi
sesuatu yang kokoh dan kuat oleh si Seniman, maka dia akan melewati tempaan
yang kuat dan dahsyat, bahkan dipanaskan dalam suhu ribuan derajat hingga
akhirnya terciptalah sebuah tembikar yang kuat dan kokoh. Namun, jika tembikar
itu masih belum sesuai keinginan sang Seniman, maka ia akan dihancurkan kembali
dan melalui proses ekstrem seperti sebelumnya hingga ia menjadi tembikar yang
benar-benar kokoh dan kuat, seperti juga aku, wanita yang memiliki sejuta mimpi
dan suka berjuang – Kantor perusahaan jasa export & import cawang, Jakarta
Timur—
Kata lilik Arum : “Alloh itu sesuai persangkaan
hamba-Nya. Maka yakinlah, kita miskin, tapi Alloh Maha Kaya. Yakin deh, futy
pasti bisa sekolah lagi kok – Cijantung, Jakarta Timur—
Malam itu Fuad bilang sesuatu saat aku terlelap
di hadapan sebuah buku tebal yang menopang mimpi-mimpiku : “Lilik kecapean,
sampe ga bisa belajar” iya, aku memang lelah, tapi mimpiku yang membuat air
mataku membeku –Cijantung, Jakarta Timur—
26 Maret 2015
‘Cinta’ adalah satu kata yang sering terlupa dan
tenggelam dalam ambisiku mengejar mimpi. Di saat hari-hariku penuh dengan air
mata, kesedihan, rasa takut, lelah, bosan, aku lupa bahwa aku punya satu
kebahagiaan yang tak dapat diukur dengan waktu. Yaitu mengenal kamu, bertemu
denganmu, dan menjadi orang yang mengisi ruang hatimu –Cijantung, Jakarta Timur—
27 Maret 2015
Belajar dari kesalahan sebelumnya, bukannya
keterlaluan. Di sini aku belajar arti teliti dan banyak bertanya, suatu
pelajaran yang tak terlalu aku salami saat duduk di bangku sekolah –Cijantung, Jakarta
Timur—
27 Maret 2015
Hari kemarin aku terlalu banyak melakukan
kesalahan, hingga dalam mimpiku aku melakukan kesalahan. Tuhan, ini
pembelajaran bagiku agar aku menjadi manusia yang lebih baik. Alloh memberiku
ujian karena Alloh tahu bahwa aku kuat dan bisa melewati semuanya dengan baik. Bagaimana
caraku melupakan semua ini, satu memory saja untuk menimpang memory pahit ini –Cijantung,
Jakarta Timur—
28 Maret 2015
Aku tak benar-benar tahu kehidupan apa yang
sedang aku jalani. Seperti sebuah mimpi yang datang saat sunrise menyapa dan
kemudian aku kembali di kehidupan ‘nyataku’ saat bunga tidur di malam gelapku. Hidupku
sebatas bayangan dalam tidur malam –Cijantung, Jakarta Timur—
Sebuah memory mengusik gendang telinga yang hamper
2 tahun asing darinya
3 3 3 5 1 3 5 5 4 3 2
Mi Mi Mi Sol Do Mi Sol Sol Fa Mi Re
Bahwa aku pernah belajar satu music dalam
memory SMA
28 Maret 2015
Terlalu jauh jarak yang terbentang diantara
kita, hingga tak kurasakan lagi rindu seperti dulu
30 Maret 2015
Dan satu hal yang
sebenarnya paling ingin aku sampaikan bahwa, aku menemukan Allohku di sana, aku
menemukan chemistrynya di sana, betapa indahnya saat kita selalu meningat dan
dekat dengan Alloh. Semua rasa sedih, takut, khawatir, semuanya akan hilang
dengan bermunajat kepadaNya
0 komentar:
Posting Komentar