Separuh Malam
By : Futyta
Bahkan aku masih seperti dulu
Tak sedetik pun menutup kelopak mataku
Terkapar hati yang merindu
Dikala kau tepis wajah penuh sarat
Angin melambai
mengikis hati
Aku masih termangu menunggu
Di mana kesadaranmu
Kesederhanaan senyum sirna termakan ego
Sapa setepis hanya melapis
Jenggah sudah detakan jarum mengikis waktu
Tak elakkan
Jemariku mulai membeku
Tubuhku telah kaku
Dan hatiku sudah tersapu
Memang insan tercipta untuk berusaha
Usahaku kini telah mencapai pucuk
Namun yang kutemui
Hanya sebuah ketiadaan
Kegelapan menerpa setiap sudut kerinduan
Lihatlah
Bulan sabit menangis parau
Gugusan bintang terkapar sakit
Dan semburat pekat membungkus langit
Jiwaku kacau
Didihan air mata mulai melahar
Hingga waktu menggerogoti separuh malam
Birumu tak juga berkelibat
Bahkan hingga fajar merobek sepertiga malam
Sungguh penantianku sia-sia
Kasih
Created By
Siti Futikhaturohmah & Sagita Maharani
Sebuah memory di bulan Januari, ketika malam itu sedesir angin yang membeku menjadi selimut hangat di penantianku.
Sebuah memory di bulan Januari, ketika malam itu sedesir angin yang membeku menjadi selimut hangat di penantianku.
0 komentar:
Posting Komentar