Rabu, 14 Agustus 2013

Nabi Idris As


Assalamu’alaykum wr wb

Bismillahirrahmaanirrahiim

Pernah mendengar kata Nabi Idris? Pasti pernah donk!, siapa sih Nabi Idris itu sebenarnya?, yups, Nabi Idris itu adalah Nabi Utusan Alloh untuk meyampaikan risalahnya kepada umatnya. 

Trus.. kalo Nabi Idris itu Nabi utusan Alloh, apa ada penjelasannya didalam Al-Qur’an?, ya ada donk, nie dia…
Dan disebutkan dalam Kitab, Idris. Sesungguhnya, ia adalah seorang kebenaran, (dan) seorang Nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat tertinggi (QS Maryam : 56&57)

Fakta-fakta mengenai Nabi Idris As

·         Nabi Idris As pernah dicabut nyawanya dan kemudian dikembalikan lagi (waah, asyik donk) subhanalloh, ini adalah tanda-tanda kekuasaan Alloh, dan menurut kisah ini pula, ketika Nabi idris di cabut nyawanya, beliau diperlihatkan surga dan neraka, dan ketika nyawanya dikembalikan lagi ke dunia, beliau lebih bisa menata hidup dan semakin beriman kepada Alloh SWT, subhanalloh :)
·         Nabi idris As pernah diperlihatkan surga dan neraka (penjelasannya udah di atas)
·         Nabi idris As adalah keturunan ke-6 Nabi Adam As
·         Yarit Bin Mihlail Bin Qinan Bin Anusiyi Bin Syith Bin Adam As adalah silsilah Nabi Idris As
Trus bagaimana pandangan hidup Nabi Idris As? Bisa dilihat melalui kata-kata mutiaranya yang mampu menggoncangkan Qalbu

Kata-kata mutiara Nabi Idris As
·         Kesabaran yang disertai Iman kepada Alloh membawa kemenangan
·         Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafa’at dari tuhannya dengan amal-amal shalehnya
·         Bila kamu memohon sesuatu kepada Alloh dan berdo’a maka ikhlaskanlah niatmu, demikian puasa dan sholatmu
·         Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menutup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyukuti mereka dalam dosa
·         Ta’atlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Alloh
·         Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya karena mereka tidak banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya
·         Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatupun akan memuaskannya
·         Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seseorang tidak akan dapat bersyukur kepada Alloh atas nikmat-nikmat yang telah diperolehnya

Wassalamu’alaikum wr wb

0 komentar:

Posting Komentar